Nota Keuangan P-APBD 2026 Sumenep, Pendapatan Anjlok Rp. 175 Miliar, Belanja Tidak Terduga Naik Hingga 525%

oleh -69 Dilihat
oleh
banner 468x60

SUMENEP, Garudasatunews.id — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep menggelar Rapat Paripurna Penyampaian Nota Keuangan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Tahun Anggaran 2026 di Graha Paripurna DPRD Sumenep, Selasa (18/8/2026).

Rapat dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Sumenep, H. Zainal Arifin, serta dihadiri jajaran pimpinan dan anggota DPRD, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, jajaran OPD, hingga tokoh masyarakat.

Dalam rapat tersebut, Wakil Bupati Sumenep, KH Imam Hasyim, mewakili Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo, menyampaikan nota keuangan P-APBD 2026. Penyesuaian postur anggaran ini dilakukan untuk merespons dinamika ekonomi regional-nasional, perubahan kebijakan pemerintah pusat, penggunaan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA), serta pemenuhan kebutuhan pembiayaan daerah pada semester kedua 2026.

Dalam rancangan P-APBD 2026, target pendapatan daerah secara keseluruhan diproyeksikan mengalami penurunan sebesar 7,09% (berkurang Rp175,16 miliar), dari semula Rp2,471 triliun menjadi Rp2,296 triliun. Penurunan ini dipicu oleh koreksi pada pendapatan transfer pusat/provinsi sebesar 10% menjadi Rp1,913 triliun akibat penyesuaian pagu definitif DBH, DAK, Dana Desa, dan Bantuan Keuangan Provinsi.

Kendati demikian, kinerja Pendapatan Asli Daerah (PAD) menunjukkan tren positif. PAD Kabupaten Sumenep justru melesat naik 12,20% (bertambah Rp40,77 miliar), dari target awal Rp334,30 miliar menjadi Rp375,08 miliar.

“Pemerintah daerah terus menekankan pentingnya inovasi dalam mengoptimalkan potensi lokal guna meningkatkan PAD secara mandiri dan berkelanjutan,” tegas Wabup KH Imam Hasyim.

Di sisi belanja, total alokasi anggaran mengalami penurunan tipis sebesar 1,59% menjadi Rp2,613 triliun. Meski begitu, Pemkab Sumenep melakukan pergeseran prioritas anggaran ke sektor produktif dan penanganan darurat :

– Belanja Modal: Dari Rp142,69 miliar Naik 32,37% menjadi Rp188,88 miliar (bertambah Rp46,18 miliar) untuk percepatan pembangunan infrastruktur.

– Belanja Tidak Terduga (BTT): Dari sebelumnya hanya Rp5 miliar,  Melesat naik 525,50% menjadi Rp31,27 miliar untuk memperkuat kesiapsiagaan daerah.

– Belanja Operasi: Dari Rp1,960 triliun Naik menjadi Rp1,998 triliun (bertambah Rp38,60 miliar).

– Belanja Transfer: Dipangkas Dari Rp547,72 miliar menjadi Rp394,31 miliar (berkurang Rp153,41 miliar).

Penyesuaian postur belanja dan pendapatan tersebut menyebabkan defisit anggaran sebesar Rp 317,03 miliar. Defisit ini ditutup sepenuhnya (zero deficit) melalui surplus pembiayaan netto yang bersumber dari optimalisasi penerimaan pembiayaan (SiLPA) sebesar Rp 317,03 miliar serta penyesuaian pengeluaran pembiayaan menjadi nol rupiah.

Rancangan P-APBD TA 2026 ini selanjutnya akan masuk dalam tahapan pembahasan bersama antara komisi-komisi DPRD dan Pemkab Sumenep sebelum disahkan menjadi Peraturan Daerah (Perda). (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.