SIDOARJO — garudasatunews.id –( 01/08) Dalam upaya merajut sinergi antara tokoh politik dan elemen pergerakan mahasiswa, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kabupaten Sidoarjo, Muh. Zakaria Dimas Pratama, S.Kom., melangsungkan pertemuan hangat dengan Ketua Gerakan Mahasiswa N asionalis Indonesia (GMNI) Sidoarjo, Antonius Duha. Pertemuan yang dikemas dalam konsep “ngobrol santai” ini berlangsung penuh keakraban di sebuah kedai kopi di kawasan Sidoarjo Kota, membahas berbagai isu strategis terkait kepemudaan dan pembangunan daerah.
Berbeda dengan nuansa pertemuan politik yang kaku, diskusi antara dua tokoh muda Sidoarjo di sudut kedai tersebut mengedepankan dialog terbuka yang rileks namun berbobot. Aroma seduhan kopi seakan menambah suasana cair yang menyelimuti obrolan mereka, memecah sekat formal antara pimpinan partai politik dan aktivis pergerakan. Keduanya sepakat bahwa ruang-ruang diskusi informal seperti ini sangat diperlukan untuk menyamakan frekuensi dan visi demi kemajuan Kabupaten Sidoarjo.
Dalam kesempatan tersebut, Muh. Zakaria Dimas Pratama mengapresiasi peran aktif mahasiswa, khususnya GMNI, dalam mengawal dinamika sosial di tengah masyarakat. Sebagai pimpinan partai, Zakaria menegaskan komitmen NasDem Sidoarjo untuk selalu membuka pintu seluas-luasnya bagi kelompok intelektual muda. Ia meyakini bahwa energi dan idealisme mahasiswa adalah modal utama bagi perbaikan tatanan demokrasi dan kebijakan publik.
Di sisi lain, Antonius Duha selaku Ketua GMNI Sidoarjo banyak membagikan (sharing) pandangannya mengenai tantangan generasi muda saat ini. Ia memaparkan berbagai gagasan GMNI dalam menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan semangat kebangsaan di kalangan mahasiswa. Antonius menekankan bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab moral yang besar sebagai agen perubahan sekaligus pengontrol sosial di daerah.
Obrolan santai ini pun mengerucut pada pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun kesadaran politik kaum milenial dan Gen Z. Keduanya sepakat bahwa apatisme politik di kalangan pemuda harus segera dikikis melalui edukasi dan pendekatan yang relevan dengan gaya hidup kekinian. Keterlibatan pemuda bukan sekadar komoditas elektoral, melainkan sebagai subjek penentu arah masa depan bangsa.
Diskusi di meja kedai kopi itu juga menyentuh isu-isu lokal yang sedang berkembang di Kabupaten Sidoarjo. Zakaria dan Antonius bertukar pikiran mengenai langkah-langkah konkret yang bisa disinergikan untuk mempercepat pembangunan daerah, mulai dari sektor pendidikan, ekonomi kreatif, hingga pengawasan pelayanan publik. GMNI Sidoarjo dalam hal ini selalu siap memberikan sumbangsih pemikiran kritis dan konstruktif bagi para pemangku kebijakan.
”Partai NasDem Sidoarjo sangat terbuka dengan gagasan-gagasan segar dari teman-teman pergerakan seperti GMNI. Kami butuh masukan, kritik, dan juga sinergi dari rekan-rekan mahasiswa agar langkah dan kebijakan politik yang didorong oleh partai benar-benar menyentuh kebutuhan akar rumput,” ujar Muh. Zakaria Dimas Pratama di sela-sela diskusi tersebut.
Menanggapi hal itu, Antonius Duha menyambut baik sikap terbuka dari pimpinan NasDem Sidoarjo tersebut. Ia menegaskan bahwa secara institusi, GMNI senantiasa menjaga independensinya sebagai organisasi pergerakan. Namun, GMNI tidak pernah menutup ruang untuk berdiskusi dan berkolaborasi dengan elemen manapun, termasuk partai politik, selama tujuannya sejalan dengan nilai-nilai kerakyatan dan pengabdian kepada masyarakat.
Pertemuan santai namun sarat makna ini ditutup dengan komitmen bersama untuk terus menjalin komunikasi yang baik ke depannya. Sinergi antara ketajaman analisis mahasiswa yang dibawa oleh Antonius Duha dan keluwesan komunikasi politik ala Muh. Zakaria Dimas Pratama diharapkan mampu melahirkan terobosan-terobosan baru yang membawa dampak positif, khususnya bagi kemajuan masyarakat dan generasi muda di Kabupaten Sidoarjo. (Faisal)













