Nelayan Surabaya Mulai Terapkan Standar Keselamatan Kerja

oleh -20 Dilihat
oleh
Nelayan Surabaya Mulai Terapkan Standar Keselamatan Kerja
Dosen Teknik Industri Umsura M. Hanifuddin Hakim memberikan edukasi tentang K3 kepada nelayan Sukolilo Baru, Kenjeran, Surabaya
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Nelayan di wilayah Sukolilo Baru, Kecamatan Bulak, Surabaya, mulai menerapkan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) setelah mendapat pelatihan dari dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya). Program tersebut diarahkan untuk menekan risiko kecelakaan saat nelayan menjalankan aktivitas di laut.

Pelatihan digelar melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) skema Hibah BIMA 2025 pada Selasa, 28 Oktober 2025. Program bertajuk Siaga Bahaya Laut itu menggabungkan edukasi K3, teknologi peringatan dini cuaca ekstrem, serta peningkatan kemampuan nelayan menghadapi kondisi darurat.

Ketua Tim PkM, Vella Rohmayani, menilai pekerjaan nelayan memiliki tingkat risiko tinggi. Ancaman cuaca ekstrem dan kecelakaan di laut membuat aspek keselamatan tidak bisa ditempatkan sebagai pelengkap, tetapi harus menjadi bagian dari budaya kerja.

Salah satu materi utama adalah penggunaan alat pelindung diri (APD), termasuk jaket pelampung. Tim UMSurabaya menekankan bahwa perlengkapan keselamatan harus digunakan sebelum nelayan berangkat melaut.

Selain perlengkapan keselamatan, tim memperkenalkan aplikasi Sibala atau Siaga Bahaya Laut. Aplikasi tersebut dirancang untuk menyediakan informasi peringatan dini terkait cuaca ekstrem sehingga nelayan dapat mempertimbangkan kondisi sebelum menentukan waktu melaut.

Langkah ini menjadi penting karena keselamatan nelayan tidak hanya bergantung pada kemampuan mengoperasikan kapal. Faktor cuaca, kondisi perairan, kesiapan perlengkapan, hingga kemampuan merespons kecelakaan turut menentukan tingkat risiko di laut.

Pelatihan juga mencakup pertolongan pertama pada kecelakaan kerja. Nelayan mendapatkan materi praktis untuk menangani sejumlah kondisi darurat, seperti luka akibat tersayat, benturan, sengatan listrik, tertusuk benda berkarat, hingga cedera akibat biota laut beracun.

Tim pelaksana berharap pengetahuan tersebut membuat nelayan mampu memberikan pertolongan awal kepada rekan kerja sebelum mendapatkan penanganan medis. Dengan demikian, penanganan kecelakaan tidak sepenuhnya bergantung pada bantuan dari luar yang mungkin membutuhkan waktu untuk mencapai lokasi.

Ketua Nelayan Sukolilo Baru, Hamuka, menyambut positif program tersebut. Menurutnya, informasi cuaca dan pengetahuan K3 memberikan bekal praktis yang dapat digunakan nelayan untuk mengurangi risiko selama mencari nafkah di laut.

Sebagai bagian dari kegiatan, tim UMSurabaya juga menyerahkan paket APD secara simbolis kepada perwakilan nelayan Sukolilo Baru, Bulak, Surabaya.

Penerapan K3 di kalangan nelayan menjadi titik penting karena keselamatan kerja di laut membutuhkan kombinasi antara kesiapan manusia, perlengkapan, informasi cuaca, dan kemampuan menghadapi keadaan darurat. Kehadiran aplikasi Sibala dan pelatihan K3 diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan edukasi, tetapi berlanjut menjadi kebiasaan keselamatan sebelum dan selama nelayan melaut.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.