Muktamar Ke-35 NU Gunakan AI Buatan Santri

oleh -29 Dilihat
oleh
Muktamar Ke-35 NU Gunakan AI Buatan Santri
Massa mulai memadati jalan menuju PPBU Tambakberas Jombang, Selasa (25/8/2026).
banner 468x60

JOMBANG, Garudasatunews.id – Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, menghadirkan terobosan digital berupa sistem berbasis chip dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang dikembangkan oleh tim santri. Teknologi tersebut digunakan untuk mengelola data, memverifikasi peserta, sekaligus mendukung pemantauan pergerakan peserta selama muktamar.

Sistem digital itu dikembangkan oleh tim santri di bawah koordinasi Gus Robin. Kehadiran teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya panitia memperketat tata kelola kepesertaan sekaligus memastikan peserta yang hadir sesuai dengan Daftar Peserta Tetap (DPT) yang telah ditetapkan.

Ketua Panitia Muktamar ke-35 NU sekaligus Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, mengatakan sistem digital tersebut tidak hanya digunakan ketika peserta melakukan registrasi. Data yang terintegrasi juga memungkinkan panitia melakukan verifikasi identitas, status kepesertaan hingga mengetahui keberadaan peserta selama mengikuti rangkaian kegiatan.

“Datanya sudah ada, DPT-nya sudah ditetapkan, nama-nama pengurus yang menjadi peserta juga semuanya sudah tertera dengan jelas. Dengan begitu diharapkan tidak ada peserta susupan, tidak ada peserta pengganti. Semuanya adalah peserta yang benar-benar memenuhi syarat,” ujar Gus Ipul saat meninjau dan melakukan simulasi registrasi di Tambakberas, Selasa (25/8/2026).

Dalam mekanismenya, peserta terlebih dahulu menjalani proses verifikasi sebelum diarahkan berdasarkan wilayah dan cabang masing-masing. Panitia berharap sistem tersebut dapat membuat proses registrasi berlangsung lebih tertib, cepat dan presisi sehingga potensi antrean dapat ditekan.

Penggunaan AI dan chip sekaligus menunjukkan bahwa digitalisasi Muktamar ke-35 NU tidak sekadar menyentuh aspek pelayanan, tetapi juga berkaitan dengan pengendalian data dan akses peserta. Terlebih, validitas kepesertaan menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga ketertiban forum permusyawaratan tertinggi NU.

Data kepesertaan yang telah diverifikasi menjadi basis utama sistem tersebut. Panitia sebelumnya menyatakan DPT telah ditetapkan dengan 557 pemilik hak suara yang memenuhi persyaratan. Data itu mencakup unsur kepengurusan NU yang menjadi peserta Muktamar.

Selain sistem chip dan AI, panitia juga menyiapkan infrastruktur pengawasan digital melalui command center dan lebih dari 100 kamera CCTV yang terintegrasi. Infrastruktur tersebut digunakan untuk memantau sejumlah titik penting selama pelaksanaan Muktamar.

Gus Ipul menyebut persiapan utama Muktamar telah memasuki tahap akhir, mulai dari akomodasi, lokasi persidangan hingga fasilitas pendukung peserta. Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

Muktamar kali ini memiliki arti khusus karena menjadi forum Muktamar NU pertama pada abad kedua sekaligus mengembalikan forum tertinggi organisasi tersebut ke Jombang, wilayah yang memiliki sejarah penting dalam kelahiran dan perkembangan Nahdlatul Ulama.

Pemanfaatan teknologi buatan santri menjadi salah satu sorotan dalam penyelenggaraan Muktamar. Di satu sisi, sistem tersebut ditujukan untuk meningkatkan akurasi dan pelayanan. Di sisi lain, pengelolaan data serta pemantauan pergerakan peserta menuntut tata kelola informasi yang akuntabel, aman dan bertanggung jawab agar inovasi digital tetap sejalan dengan prinsip perlindungan data dan kepentingan peserta.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.