Misteri Video ‘Pocong Bercelurit’ di Bangkalan Ternyata Cuma Konten

oleh -58 Dilihat
oleh
banner 468x60

 

​BANGKALAN, Garudasatunews.id – Misteri video penampakan “pocong bercelurit” yang sempat viral dan meresahkan masyarakat akhirnya terungkap. Kepolisian Resor (Polres) Bangkalan memastikan bahwa video horor yang sempat dikira fenomena mistis tersebut murni merupakan hasil rekayasa (hoaks) sekelompok pemuda demi konten media sosial.

 

​Kasi Humas Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama, menyatakan bahwa pihaknya langsung menerjunkan tim untuk melakukan penelusuran mendalam begitu video tersebut beredar luas di berbagai platform digital.

​”Berdasarkan hasil penyelidikan, video itu dibuat oleh sekelompok pemuda asal Dusun Rampak, Desa Mrandung, Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan,” ujar Ipda Agung, Senin (1/6/2026).

 

​Menurut penjelasan kepolisian, ide pembuatan video tersebut muncul secara spontan saat para pemuda sedang berkumpul dan bermain judi gaplek di sebuah gardu pada Sabtu (30/5/2026) malam.

 

​Untuk memberikan kesan visual yang alami dan menyeramkan, mereka sengaja memanfaatkan kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di rumah salah satu pelaku.

​”Para pelaku menggunakan mukena bekas berwarna putih sebagai kostum pocong dan celurit yang diambil dari gudang,” jelas Agung.

 

​Pihak kepolisian juga mengungkap secara detail peran dari masing-masing pemuda yang terlibat dalam pembuatan video amatir ini:

– ​Zulhan (30): Otak atau pencetus ide pembuatan video.

– ​Saifulloh (25): Pemeran utama yang mengenakan kostum pocong.

– ​Kandi (17) alias Bongkar: Penyedia tempat, pemilik kostum mukena & celurit, sekaligus operator yang menyebarkan konten.

​Imron, Rahmad, Nizar, dan Ilham: Turut terlibat dalam proses produksi di lokasi.

 

​Disebarkan Lewat Grup WhatsApp :

​Proses pengambilan gambar di teras rumah tersebut diketahui baru rampung pada Minggu (31/5/2026) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.

​Modus penyebaran video ini terbilang unik. Pada pagi harinya sekitar pukul 08.00 WIB, Kandi menghubungi ibunya, Muniyah, yang saat ini sedang bekerja di Malaysia. Kandi meminta sang ibu mengirimkan rekaman CCTV rumah mereka yang terkoneksi ke ponsel ibunya.

​”Selanjutnya, Kandi menyebarkan video kiriman dari ibunya tersebut ke sejumlah grup WhatsApp hingga akhirnya viral dan memicu keresahan,” tambah Agung.

 

​Berakhir dengan Permohonan Maaf :

​Setelah identitas dan motif mereka dibongkar oleh aparat kepolisian, kelompok pemuda Desa Mrandung ini akhirnya mengakui kesalahan mereka. Mereka secara terbuka melayangkan permohonan maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang telah ditimbulkan.

 

​Menyikapi kejadian ini, Polres Bangkalan mengimbau publik agar lebih selektif dan tidak menelan mentah-mentah setiap informasi atau video misterius yang beredar sebelum terverifikasi faktanya. Masyarakat juga diminta untuk tidak ikut menyebarkan konten serupa yang berpotensi memicu ketakutan massal.

 

​”Bijaklah dalam menggunakan media sosial. Selalu lakukan cross-check terhadap informasi yang diterima agar tidak mudah terpengaruh oleh konten yang belum tentu kebenarannya,” pungkas Ipda Agung.(faruq)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.