Minyakita Langka, Permintaan Minyak Curah di Magetan Melonjak

oleh -60 Dilihat
oleh
Minyakita Langka, Permintaan Minyak Curah di Magetan Melonjak
Warga Magetan membeli minyak goreng curah
banner 468x60

MAGETAN, Garudasatunews.id – Kelangkaan minyak goreng bersubsidi merek Minyakita yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, memicu pergeseran pola konsumsi masyarakat. Warga dan pelaku usaha mikro kini beralih ke minyak goreng curah meski harga komoditas tersebut turut mengalami kenaikan.

Pantauan di kawasan Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Kepolorejo, Kabupaten Magetan, Sabtu (27/6/2026), menunjukkan tingginya aktivitas pembelian minyak goreng curah. Sejumlah warga tampak membawa jeriken dan galon bekas untuk mendapatkan pasokan minyak yang dinilai lebih mudah diperoleh dibandingkan Minyakita.

Saat ini, harga minyak goreng curah di tingkat penjualan mencapai Rp19 ribu per kilogram atau naik Rp1.000 dibandingkan harga sebelumnya yang berada di kisaran Rp18 ribu per kilogram. Kendati mengalami kenaikan, permintaan tetap tinggi, terutama dari pelaku usaha kecil yang membutuhkan minyak goreng dalam jumlah besar setiap hari.

Heru, salah seorang pedagang gorengan di Magetan, mengaku terpaksa beralih menggunakan minyak goreng curah akibat sulitnya memperoleh Minyakita di pasaran. Menurutnya, kenaikan harga minyak goreng turut memengaruhi biaya operasional usaha.

“Minyak goreng curah naik, kita sekarang pakai curah karena Minyakita langka, harganya juga mahal untuk pedagang gorengan,” ujar Heru.

Kelangkaan Minyakita juga terpantau di Pasar Sayur Magetan. Berdasarkan keterangan sejumlah pedagang, jika tersedia, harga Minyakita kini mencapai Rp22 ribu per liter, meningkat dari sebelumnya sekitar Rp20 ribu per liter. Namun, ketersediaan stok dilaporkan sangat terbatas.

Kondisi tersebut mendorong sebagian besar pedagang beralih menjual minyak goreng kemasan merek lain. Produk minyak goreng kemasan yang beredar di pasar saat ini dijual sekitar Rp25 ribu per kemasan ukuran 800 mililiter, naik dari harga sebelumnya yang berkisar Rp23 ribu.

Ira Wulandari, penjual minyak goreng curah di Jalan Yos Sudarso, menyebut sebagian besar konsumennya merupakan masyarakat yang sebelumnya menggunakan Minyakita. Menurutnya, permintaan minyak goreng curah mengalami peningkatan sejak pasokan Minyakita sulit ditemukan.

“Minyakita langka, warga pindah ke curah. Harga Minyakita sudah lupa saya karena sudah lama tidak ada. Curah kita jual Rp19 ribu per kilogram,” kata Ira Wulandari.

Meningkatnya permintaan minyak goreng curah menunjukkan bahwa ketersediaan pasokan menjadi faktor utama dalam keputusan pembelian masyarakat di tengah kenaikan harga bahan pokok. Kondisi ini juga berpotensi meningkatkan beban pengeluaran rumah tangga dan biaya produksi usaha mikro apabila pasokan Minyakita belum kembali normal.

Masyarakat dan pelaku usaha berharap stabilisasi pasokan dan harga minyak goreng dapat segera dilakukan agar kebutuhan konsumsi rumah tangga serta aktivitas ekonomi skala kecil tidak semakin terdampak oleh fluktuasi harga pangan. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.