
PAMEKASAN, Garudasatunews.id — Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (Satgas MBG) Kabupaten Pamekasan bergerak cepat merespons keluhan masyarakat terkait kualitas menu makanan program MBG. Ketua Satgas MBG Pamekasan, Haji Sukriyanto, mengonfirmasi telah memanggil pihak pengelola Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Lesong Daya yang berada di bawah naungan Yayasan Rumah Inovasi Sejahtera.
Langkah tegas ini diambil menyusul gelombang keluhan dari netizen dan warga setempat di media sosial yang menilai menu makanan yang disajikan oleh SPPG tersebut jauh dari standar kelayakan.
”Kami sudah memanggil pihak pengelola untuk meminta klarifikasi terkait viralnya menu dapur mereka, serta menindaklanjuti laporan langsung dari warga,” ujar Haji Sukriyanto, Rabu (10/6/2026).
Sanksi dan Laporan ke Badan Gizi Nasional
Sukriyanto menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam. Sebagai bentuk akuntabilitas, Satgas MBG Pamekasan akan meneruskan temuan ini ke tingkat yang lebih tinggi. “Kami akan segera melayangkan laporan resmi atas kejadian ini kepada Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Pamekasan agar ada tindakan lebih lanjut,” tegasnya.
Respons dan Pembelaan Pihak Pengelola :
Menanggapi pemanggilan tersebut, Kepala SPPG Lesong Daya, Novanto, menyampaikan permohonan maaf dan berkomitmen untuk segera melakukan evaluasi total.
”Intinya, ke depan kami akan memperbaiki seluruh kualitas menu yang dikeluhkan,” kata Novanto.
Meski begitu, Novanto berdalih bahwa komposisi menu yang sempat viral tersebut merupakan hasil akomodasi dari aspirasi pihak sekolah sendiri. Menurutnya, bagian juru masak atau pemorsian hanya mengikuti instruksi tersebut. “Kemarin ada pihak sekolah yang menyarankan menu seperti itu, sehingga kami ikuti,” kilahnya.
PAMEKASAN, Garudasatunews.id — Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (Satgas MBG) Kabupaten Pamekasan bergerak cepat merespons keluhan masyarakat terkait kualitas menu makanan program MBG. Ketua Satgas MBG Pamekasan, Haji Sukriyanto, mengonfirmasi telah memanggil pihak pengelola Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Lesong Daya yang berada di bawah naungan Yayasan Rumah Inovasi Sejahtera.
Langkah tegas ini diambil menyusul gelombang keluhan dari netizen dan warga setempat di media sosial yang menilai menu makanan yang disajikan oleh SPPG tersebut jauh dari standar kelayakan.
”Kami sudah memanggil pihak pengelola untuk meminta klarifikasi terkait viralnya menu dapur mereka, serta menindaklanjuti laporan langsung dari warga,” ujar Haji Sukriyanto, Rabu (10/6/2026).
Sanksi dan Laporan ke Badan Gizi Nasional
Sukriyanto menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam. Sebagai bentuk akuntabilitas, Satgas MBG Pamekasan akan meneruskan temuan ini ke tingkat yang lebih tinggi. “Kami akan segera melayangkan laporan resmi atas kejadian ini kepada Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Pamekasan agar ada tindakan lebih lanjut,” tegasnya.
Respons dan Pembelaan Pihak Pengelola :
Menanggapi pemanggilan tersebut, Kepala SPPG Lesong Daya, Novanto, menyampaikan permohonan maaf dan berkomitmen untuk segera melakukan evaluasi total.
”Intinya, ke depan kami akan memperbaiki seluruh kualitas menu yang dikeluhkan,” kata Novanto.
Meski begitu, Novanto berdalih bahwa komposisi menu yang sempat viral tersebut merupakan hasil akomodasi dari aspirasi pihak sekolah sendiri. Menurutnya, bagian juru masak atau pemorsian hanya mengikuti instruksi tersebut. “Kemarin ada pihak sekolah yang menyarankan menu seperti itu, sehingga kami ikuti,” kilahnya.(frq)














