SURABAYA, Garudasatunews.id – Perubahan kebutuhan dunia industri yang bergerak cepat mendorong perguruan tinggi menyesuaikan pola pembelajaran. Menjawab tantangan tersebut, Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya membekali mahasiswa dengan pemahaman dan keterampilan penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) guna meningkatkan daya saing lulusan di pasar kerja.
Langkah tersebut dilakukan melalui berbagai program pembelajaran dan penguatan kompetensi yang menitikberatkan pada pemanfaatan teknologi digital. Pembekalan AI dinilai menjadi kebutuhan mendesak mengingat transformasi industri telah mengubah pola kerja, proses bisnis, hingga kebutuhan sumber daya manusia di berbagai sektor.
Pihak kampus menilai penguasaan AI tidak lagi menjadi nilai tambah semata, melainkan telah berkembang menjadi kompetensi penting yang harus dimiliki mahasiswa. Dengan kemampuan tersebut, lulusan diharapkan mampu beradaptasi terhadap perubahan teknologi sekaligus menjawab kebutuhan dunia usaha dan industri yang terus berkembang.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa tidak hanya diperkenalkan pada konsep dasar AI, tetapi juga diarahkan untuk memahami penerapan teknologi tersebut dalam berbagai bidang pekerjaan. Pendekatan ini dilakukan agar mahasiswa memiliki kesiapan menghadapi tantangan nyata di lingkungan kerja setelah menyelesaikan pendidikan.
Perkembangan AI yang semakin masif juga memunculkan kebutuhan baru terhadap tenaga kerja yang memiliki kemampuan analisis, kreativitas, serta kecakapan memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab. Karena itu, perguruan tinggi dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan yang memahami teori, tetapi juga mampu menerapkan teknologi secara efektif dan produktif.
Dari sudut pandang dunia industri, transformasi digital telah mengubah standar kompetensi tenaga kerja. Banyak perusahaan kini mulai mengintegrasikan AI dalam proses operasional, sehingga kebutuhan terhadap lulusan yang memahami teknologi tersebut semakin meningkat. Kondisi ini menjadi salah satu alasan kampus memperkuat kurikulum berbasis teknologi dan inovasi.
Sementara itu, dari perspektif pendidikan tinggi, penguatan literasi AI dipandang sebagai bagian dari upaya menyesuaikan proses pembelajaran dengan perkembangan zaman. Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya mampu mengikuti perubahan teknologi, tetapi juga mampu menciptakan inovasi baru melalui pemanfaatan AI.
Meski demikian, penggunaan AI tetap harus disertai pemahaman etika, tanggung jawab akademik, serta kepatuhan terhadap aturan yang berlaku. Mahasiswa didorong memanfaatkan teknologi sebagai alat pendukung produktivitas dan pengembangan pengetahuan, bukan sebagai pengganti kemampuan berpikir kritis maupun kreativitas individu.
Dengan pembekalan tersebut, Unitomo berharap lulusannya memiliki kesiapan lebih baik dalam menghadapi persaingan kerja yang semakin kompetitif. Penguasaan AI diharapkan menjadi salah satu bekal penting bagi mahasiswa untuk menjawab kebutuhan industri sekaligus berkontribusi dalam pengembangan ekonomi berbasis teknologi di masa depan.
(Red-Garudasatunews)















