KUR BRI Kediri Tembus Rp1,05 Triliun

oleh -108 Dilihat
oleh
KUR BRI Kediri Tembus Rp1,05 Triliun
BRI Branch Office Kediri menyalurkan KUR lebih dari Rp1,05 triliun hingga Agustus 2026.
banner 468x60

KEDIRI, Garudasatunews.id – Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) oleh BRI Branch Office Kediri menembus angka lebih dari Rp1,05 triliun hingga Agustus 2026. Dana pembiayaan tersebut telah menjangkau lebih dari 22 ribu nasabah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dengan mayoritas penyaluran mengalir ke sektor pertanian dan perdagangan yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat.

Data BRI Kediri menunjukkan lebih dari 50 persen total penyaluran KUR diserap oleh dua sektor produktif tersebut. Capaian ini memperlihatkan tingginya kebutuhan akses permodalan bagi pelaku usaha yang berperan langsung dalam menggerakkan aktivitas ekonomi daerah.

Di balik besarnya angka penyaluran tersebut, terdapat berbagai kisah pelaku UMKM yang memanfaatkan pembiayaan untuk memperkuat kapasitas usaha. Salah satunya Kukuh, pemilik Warung Nasi Goreng dan Mie Pak Kukuh di Jalan Panjaitan, Kota Kediri.

Kukuh mengaku mulai merintis usahanya sejak tahun 2000. Seiring perkembangan usaha, ia membutuhkan tambahan modal untuk membeli etalase, memperbarui peralatan memasak, serta memperbaiki tampilan warung. Kebutuhan itu kemudian dipenuhi melalui fasilitas KUR BRI sebesar Rp20 juta yang diperoleh melalui BRI Unit Pasar Pahing Kediri.

Seiring pertumbuhan usaha, nilai pembiayaan yang diterima Kukuh meningkat hingga mencapai Rp50 juta. Menurutnya, tambahan modal tersebut memberikan dampak nyata terhadap perkembangan usaha dan peningkatan jumlah pelanggan.

Selain akses permodalan, Kukuh menyebut komunikasi dan pendampingan dari petugas BRI terus berjalan selama proses pengembangan usahanya. Pendampingan tersebut dinilai membantu pelaku usaha dalam mengelola bisnis secara lebih terarah.

Branch Office Head BRI Kediri Adi Nugroho mengatakan penyaluran KUR tidak hanya berorientasi pada pemberian kredit, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemberdayaan UMKM melalui pendampingan usaha dan edukasi keuangan.

Menurut Adi, kisah perkembangan usaha yang dialami Kukuh menjadi salah satu contoh bagaimana pembiayaan yang tepat sasaran dapat membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas bisnisnya. Karena itu, BRI terus mendorong pemanfaatan KUR secara produktif agar mampu menciptakan pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.

Dari sudut pandang ekonomi daerah, tingginya penyaluran KUR ke sektor pertanian dan perdagangan menunjukkan fokus pembiayaan pada sektor-sektor yang memiliki kontribusi besar terhadap perputaran ekonomi masyarakat. Kondisi ini sekaligus menjadi indikator bahwa kebutuhan modal usaha di sektor produktif masih cukup tinggi.

Sementara dari sisi pemberdayaan UMKM, kombinasi antara pembiayaan dan pendampingan dinilai menjadi faktor penting untuk meningkatkan daya tahan usaha kecil di tengah dinamika ekonomi. Pendekatan tersebut diharapkan mampu mendorong lebih banyak pelaku UMKM naik kelas dan memperluas skala usahanya.

BRI Kediri menegaskan komitmennya untuk terus memperluas akses pembiayaan bagi sektor produktif sekaligus mendukung pertumbuhan UMKM agar semakin tangguh, berkembang, dan memberikan kontribusi terhadap perekonomian masyarakat di wilayah Kediri dan sekitarnya.

(Red-Garudasatunews) 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.