Komite Pemersatu Etnis Nusantara Resmi Dibentuk

oleh -136 Dilihat
oleh
Komite Pemersatu Etnis Nusantara Resmi Dibentuk
Ketua Komite Pemersatu Suku-suku dan Etnis Nusantara, Grace Evi Ekawati.
banner 468x60

SURABAYA Garudasatunews.id – Puluhan warga dari berbagai latar belakang suku dan etnis di Surabaya membentuk Komite Pemersatu Suku dan Etnis Nusantara. Pembentukan organisasi tersebut dilakukan dalam pertemuan yang digelar di Kyrie Hotel Surabaya pada Minggu (8/2/2026) sebagai respons atas pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat.

Forum lintas etnis itu diinisiasi sejumlah tokoh masyarakat yang menilai keberagaman suku di Indonesia merupakan kekuatan sosial yang harus dikelola melalui ruang dialog, kebersamaan, serta pelestarian budaya.

Ketua Komite Pemersatu Suku dan Etnis Nusantara, Grace Evi Ekawati, menyatakan organisasi tersebut dibentuk untuk menjadi wadah yang mempertemukan berbagai kelompok etnis agar dapat saling mengenal budaya masing-masing serta membangun hubungan yang harmonis di tengah masyarakat.

Menurut Grace, komite tersebut lahir dari keprihatinan terhadap potensi gesekan sosial yang bisa muncul jika perbedaan suku dan budaya tidak dikelola dengan baik. Karena itu, organisasi ini diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi antar-komunitas.

“Tujuan kami menyatukan berbagai etnis agar bisa hidup rukun, saling mengenal budaya, dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” ujar Grace dalam pertemuan tersebut.

Ia menegaskan komite tersebut tidak dibentuk untuk kepentingan politik tertentu, melainkan sebagai wadah kebersamaan yang diharapkan dapat memperkuat semangat persatuan di tengah masyarakat multietnis di Surabaya.

Sebagai langkah awal, komite merencanakan sejumlah kegiatan budaya menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada Agustus mendatang. Kegiatan tersebut dirancang untuk menampilkan beragam kesenian daerah dari berbagai suku yang ada di Indonesia.

Grace menilai upaya tersebut penting karena generasi muda saat ini dinilai semakin jauh dari budaya tradisional. Banyak anak-anak yang tidak lagi mengenal permainan rakyat maupun kesenian daerah yang dahulu menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Melalui program tersebut, komite berharap dapat memperkenalkan kembali budaya lokal seperti tarian daerah dan permainan tradisional kepada generasi muda sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas nasional.

Selain kegiatan budaya, organisasi ini juga membuka ruang bagi masyarakat dari berbagai latar belakang yang memiliki kepedulian terhadap persatuan bangsa dan nilai-nilai kebangsaan.

Grace menegaskan komite tersebut terbuka bagi siapa saja yang ingin terlibat selama menjunjung tinggi prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia dan nilai Pancasila.

Di sisi lain, komite juga diharapkan dapat berperan sebagai ruang silaturahmi antar komunitas sekaligus mendorong kegiatan ekonomi masyarakat, termasuk penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis budaya.

Pembentukan komite tersebut mendapat perhatian dari kalangan legislatif. Anggota DPRD Jawa Timur, Yordan M. Batara Goa, yang hadir dalam kegiatan itu menyatakan dukungannya terhadap inisiatif masyarakat lintas etnis tersebut.

Menurut Yordan, terbentuknya organisasi pemersatu suku menunjukkan adanya kebutuhan masyarakat terhadap ruang kebersamaan yang mampu merawat kerukunan di tengah keberagaman.

Ia menilai perbedaan suku dan etnis tidak seharusnya menjadi sumber konflik, melainkan harus dimanfaatkan sebagai kekuatan sosial untuk membangun daerah dan memperkuat persatuan bangsa.

“Keberagaman yang ada harus dimaknai sebagai kekuatan untuk membangun kebersamaan dan kemajuan,” kata Yordan.

Ia berharap Komite Pemersatu Suku dan Etnis Nusantara dapat menjalankan berbagai kegiatan yang tidak hanya mempererat hubungan antar komunitas, tetapi juga memberi kontribusi nyata bagi pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat di Surabaya maupun Jawa Timur.

Menurutnya, jika keberagaman tersebut dikelola dengan baik melalui komunikasi dan kerja sama antar kelompok, maka potensi besar yang dimiliki masyarakat multietnis dapat menjadi modal penting bagi kemajuan daerah dan bangsa.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.