Kolaborasi Unisla-UTHM-Untag Perkuat KKN Berdampak

oleh -68 Dilihat
oleh
Kolaborasi Unisla-UTHM-Untag Perkuat KKN Berdampak
Kolaborasi Unisla-UTHM-Untag Perkuat KKN Berdampak
banner 468x60

LAMONGAN, Garudasatunews.id – Universitas Islam Lamongan (Unisla) memperkuat implementasi program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak melalui kolaborasi bersama Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM) dan Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya. Kerja sama tersebut diwujudkan dengan menginisiasi gerakan pembuatan lubang resapan biopori di desa-desa lokasi KKN sebagai upaya mitigasi banjir sekaligus mendukung pengembangan riset berbasis kebutuhan masyarakat.

Program tersebut mulai diterapkan di Desa Keben, Kecamatan Turi, Lamongan, yang selama ini dikenal sebagai salah satu wilayah yang hampir setiap tahun terdampak banjir saat musim penghujan.

Rektor Unisla, Abdul Ghofur, menjelaskan bahwa pelaksanaan program merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) yang telah disepakati antarperguruan tinggi. Melalui KKN Berdampak, mahasiswa diterjunkan langsung ke masyarakat untuk mengimplementasikan teknologi sederhana berupa lubang resapan biopori.

Menurut Ghofur, pendekatan tersebut tidak hanya berorientasi pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga diarahkan menjadi bagian dari penelitian berkelanjutan yang dapat memberikan solusi terhadap persoalan lingkungan.

“Ini merupakan kelanjutan dari kerja sama yang telah disampaikan saat penandatanganan MoU di kampus. Muaranya nanti bisa menjadi riset karena daerah ini setiap tahun mengalami banjir. Harapannya, contoh yang sudah dibekalkan kepada mahasiswa KKN bisa ditindaklanjuti di lokasi pengabdian,” ujar Ghofur, Rabu (29/7/2026).

Ia menambahkan, keberhasilan program sangat bergantung pada partisipasi masyarakat. Setiap keluarga diharapkan memiliki sedikitnya satu hingga tiga lubang biopori di lingkungan rumah sebagai langkah sederhana meningkatkan daya serap air sekaligus mengurangi potensi genangan.

“Minimal setiap keluarga memiliki satu sampai tiga biopori. Tujuannya tentu untuk meningkatkan daya resap air sehingga dapat mengurangi genangan maupun risiko banjir,” katanya.

Dari sudut pandang pengembangan pendidikan tinggi, kolaborasi lintas negara tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara dunia akademik, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Model KKN yang diterapkan juga membuka peluang pertukaran pengalaman antarperguruan tinggi dalam mengembangkan solusi berbasis kebutuhan lokal.

Dekan Pusat Pengajian Siswazah UTHM, Prof. Zaki Bin Noh, mengapresiasi konsep KKN Berdampak yang diterapkan Unisla. Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi pengalaman baru yang berpotensi diterapkan di Malaysia karena memiliki karakter geografis yang relatif serupa.

“Ini kali pertama saya melihat usaha universiti kepada komuniti melalui program KKN seperti ini. Bagi saya, ini sesuatu yang sangat menarik dan boleh diaplikasikan di UTHM untuk program KKN di sana,” ujarnya.

Prof. Zaki menilai kesamaan kondisi lingkungan antara Indonesia dan Malaysia membuat inovasi biopori berpeluang menjadi salah satu alternatif mitigasi banjir sekaligus mendukung konservasi lingkungan.

“Persekitarannya hampir sama, geografinya juga hampir sama. Sebab itu saya melihat kaedah yang dibuat UNISLA kepada komuniti ini sangat relevan dan berpotensi diterapkan di UTHM,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Rektor II Untag Surabaya, Supangat, menilai kolaborasi antarperguruan tinggi menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pengabdian masyarakat sekaligus memperluas wawasan mahasiswa melalui pengalaman berskala internasional.

Menurutnya, pengalaman Untag dalam menjalin kerja sama internasional kini dikembangkan bersama Unisla melalui pelaksanaan KKN Berdampak.

“Kolaborasi yang ada di Untag kami coba kembangkan bersama Unisla. Mulai dari kerja sama internasional hingga community internasional seperti ini sudah berjalan, sehingga kami membawa pengalaman tersebut kepada teman-teman di Unisla,” ujarnya.

Ia berharap sinergi tersebut mampu memperkuat kompetensi mahasiswa, baik dari sisi akademik maupun kemampuan menghadapi tantangan global melalui kegiatan pengabdian masyarakat.

Ketua Litbang Unisla, Nur Azizah Afandi, menjelaskan Kecamatan Turi dipilih sebagai lokasi percontohan karena memiliki sejumlah wilayah yang rawan genangan saat musim hujan. Sebanyak 17 desa menjadi sasaran sosialisasi sekaligus implementasi pembuatan lubang resapan biopori.

“Ada 17 desa yang menjadi sampel kami di Kecamatan Turi. Di masing-masing desa, mahasiswa akan memberikan sosialisasi mengenai cara pemasangan, fungsi, dan manfaat biopori kepada masyarakat,” jelasnya.

Nur Azizah mengatakan sasaran utama program adalah ibu rumah tangga karena memiliki peran penting dalam pengelolaan lingkungan keluarga, termasuk pemanfaatan sampah organik yang dapat diolah melalui lubang biopori.

“Target kami memang ibu-ibu rumah tangga yang nantinya dapat memanfaatkan lubang-lubang biopori ini sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan sekaligus mengelola sampah organik di rumah,” katanya.

Ia menegaskan manfaat biopori memerlukan konsistensi pelaksanaan dan partisipasi masyarakat agar mampu memberikan dampak jangka panjang terhadap konservasi air serta pengurangan risiko banjir di wilayah terdampak.

Program KKN Berdampak tersebut juga mencerminkan sinergi antara perguruan tinggi, masyarakat, dan mitra internasional dalam mendorong inovasi berbasis pengabdian yang memiliki nilai akademik sekaligus manfaat nyata bagi lingkungan. Pemberitaan ini disusun sesuai prinsip keberimbangan, keterbukaan informasi, serta mengacu pada ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, serta pedoman pemberitaan yang berlaku. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.