Khofifah Tekankan Kepemimpinan Adaptif untuk Reformasi Birokrasi

oleh -45 Dilihat
oleh
Khofifah Tekankan Kepemimpinan Adaptif untuk Reformasi Birokrasi
Khofifah saat menutup Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan II Tahun 2026 yang diselenggarakan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur di Aula BPSDM Jatim, Surabaya, Kamis (2/7/2026).
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan kepemimpinan yang adaptif dan inovatif menjadi faktor penting dalam memperkuat kinerja birokrasi serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di tengah perubahan yang berlangsung cepat.

Pernyataan itu disampaikan saat menutup Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan II Tahun 2026 yang digelar Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur di Surabaya, Kamis (2/7/2026).

Khofifah menilai aparatur pemerintah tidak lagi cukup hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi harus mampu membaca kebutuhan masyarakat, beradaptasi terhadap perubahan, serta menghadirkan inovasi yang berdampak langsung pada pelayanan publik.

Ia juga mengapresiasi kepercayaan Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI yang kembali menunjuk BPSDM Jawa Timur sebagai penyelenggara PKN Tingkat II. Menurutnya, kepercayaan tersebut menjadi tanggung jawab untuk terus meningkatkan kompetensi aparatur sipil negara.

Sebanyak 60 peserta dari kementerian, lembaga, pemerintah provinsi, hingga pemerintah kabupaten dan kota di berbagai daerah dinyatakan telah menyelesaikan program pembelajaran selama sekitar empat bulan melalui metode blended learning. Khofifah menyebut keberagaman peserta memperkuat jejaring kepemimpinan nasional sekaligus membuka ruang kolaborasi antardaerah.

Mengusung tema Kepemimpinan Adaptif Berbasis Empati untuk Mendukung Penguatan Tata Kelola Pelayanan Publik sebagai Fondasi Resiliensi Nasional, PKN II dinilai relevan dengan tantangan birokrasi yang dihadapkan pada dinamika global, perkembangan teknologi, hingga kompleksitas persoalan publik.

Khofifah menegaskan keberhasilan birokrasi tidak diukur dari banyaknya regulasi yang diterbitkan, melainkan dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat melalui layanan yang cepat, transparan, berkualitas, dan berkeadilan.

Sebagai contoh implementasi kepemimpinan adaptif, ia memaparkan sejumlah indikator kinerja Jawa Timur. Pada Triwulan I Tahun 2026, ekonomi Jawa Timur tumbuh 5,96 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,39 persen. Jawa Timur juga tetap menjadi kontributor ekonomi terbesar kedua di Pulau Jawa, disertai tingkat pengangguran terbuka sebesar 3,55 persen yang berada di bawah rata-rata nasional.

Di bidang reformasi birokrasi, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mengembangkan layanan digital melalui inovasi TRANS JATIM AJAIB 2.0, JOSS GANDOS, dan MAJADIGI sebagai upaya memperkuat pelayanan publik yang efektif dan responsif.

Meski demikian, Khofifah menekankan keberhasilan PKN II akan ditentukan oleh implementasi proyek perubahan yang telah disusun peserta. Menurutnya, proyek tersebut harus diwujudkan di instansi masing-masing agar mampu mendorong transformasi birokrasi secara nyata.

Ia juga mengapresiasi pelaksanaan Visitasi Kepemimpinan Nasional yang memberikan pengalaman langsung mengenai kepemimpinan berbasis empati, penanganan krisis, serta pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga ketahanan pelayanan publik.

Menutup sambutannya, Khofifah mengajak para alumni PKN II menjadi pemimpin yang mengedepankan kolaborasi, inovasi, dan pelayanan kepada masyarakat sebagai fondasi birokrasi yang profesional dan berdaya saing.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.