SAMPANG, Garudasatunews.id – Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) bersama Pemerintah Kabupaten Sampang terus memperkuat pemberdayaan masyarakat Pulau Mandangin melalui Program Pengembangan/Pemberdayaan Masyarakat (PPM). Program tersebut diarahkan tidak sekadar memberi bantuan, tetapi mendorong warga memiliki kemampuan ekonomi yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Kolaborasi ini menjadi penting karena Pulau Mandangin merupakan salah satu wilayah kepulauan di Kabupaten Sampang yang memiliki karakteristik geografis dan akses berbeda dibandingkan wilayah daratan. Kondisi tersebut membuat penguatan ekonomi lokal menjadi salah satu kebutuhan strategis masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, HCML menggandeng unsur pemerintah daerah serta pendamping dan tenaga ahli untuk meningkatkan kapasitas warga, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pendampingan mencakup pengolahan produk, pengemasan, pemasaran hingga pengembangan keterampilan usaha.
Langkah tersebut diarahkan agar produk warga tidak berhenti pada pasar lokal. Penguatan kualitas produksi dan kemasan diharapkan membuka peluang pemasaran yang lebih luas sekaligus meningkatkan nilai jual produk olahan masyarakat Mandangin.
Selain sektor UMKM, pemberdayaan juga menyasar keterampilan pemuda. Program pelatihan mekanik dan dukungan peralatan usaha menjadi salah satu upaya membuka sumber pendapatan alternatif bagi warga yang selama ini banyak bergantung pada sektor perikanan.
Pola pemberdayaan tersebut memperlihatkan bahwa keberadaan program perusahaan di wilayah sekitar operasi tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Aspek peningkatan kapasitas masyarakat menjadi bagian penting agar manfaat program dapat bertahan setelah kegiatan pendampingan selesai.
Sejumlah program HCML di Mandangin sebelumnya juga mencakup dukungan terhadap infrastruktur, fasilitas masyarakat, pengembangan usaha serta kegiatan sosial. Pada 2023, misalnya, program pemberdayaan telah menyasar bengkel warga dan UMKM pengolahan produk makanan.
Dari sisi pemerintah, keterlibatan Pemkab Sampang menjadi faktor penting untuk memastikan program pemberdayaan tidak berjalan sendiri. Sinergi diperlukan agar kebutuhan masyarakat dapat dipetakan, pendampingan tepat sasaran, serta hasil program dapat terhubung dengan kebijakan pembangunan daerah.
Tantangan berikutnya adalah memastikan keberlanjutan. Pemberian peralatan maupun pelatihan tidak otomatis menjamin peningkatan kesejahteraan jika tidak diikuti akses pasar, pendampingan usaha, perizinan, kemampuan produksi dan evaluasi berkala.
Karena itu, ukuran keberhasilan program tidak cukup dilihat dari jumlah pelatihan atau bantuan yang disalurkan. Dampak nyata terhadap pendapatan, keberlangsungan UMKM, penciptaan lapangan kerja dan kemampuan warga mengembangkan usaha secara mandiri menjadi indikator yang lebih penting.
Pendekatan berkelanjutan tersebut sejalan dengan arah PPM HCML yang sebelumnya juga diarahkan pada penguatan UMKM melalui pendampingan dari bahan baku, produksi, pengemasan hingga pemasaran.
Dengan demikian, sinergi HCML dan Pemkab Sampang di Pulau Mandangin memiliki ruang untuk berkembang dari sekadar program sosial menjadi penguatan ekonomi masyarakat kepulauan. Konsistensi pendampingan dan keterbukaan informasi mengenai capaian program menjadi kunci agar manfaat pemberdayaan benar-benar dirasakan warga dalam jangka panjang.
(Red-Garudasatunews)









