Pernyataan tersebut disampaikan Khofifah saat menghadiri puncak penganugerahan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Awards 2026 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (29/10/2026).
Khofifah menilai, derasnya arus informasi di ruang digital membutuhkan tanggung jawab besar dari perusahaan pers. Masyarakat tidak cukup hanya menerima informasi secara cepat, tetapi juga membutuhkan pemberitaan yang mengedepankan fakta, objektivitas, dan kepentingan publik.
Ia meyakini, kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang benar pada akhirnya akan menjadi kekuatan untuk mengungkap kebenaran di tengah maraknya informasi yang tidak terverifikasi.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menyinggung peran Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui program misi dagang dan investasi yang dikembangkan sejak 2019.
Program tersebut dirancang untuk mempertemukan pelaku usaha Jawa Timur dengan calon mitra bisnis dari berbagai daerah hingga pasar internasional melalui mekanisme business matching.
Khofifah mencontohkan, misi dagang ke Timor Leste disebut menghasilkan nilai transaksi sekitar Rp5,2 triliun. Sementara penjajakan bisnis untuk misi dagang ke Jepang telah memasuki pertemuan keenam dengan nilai transaksi yang disebut mencapai Rp12 triliun.
Menurutnya, langkah tersebut diperlukan agar produk unggulan Jawa Timur tidak hanya berputar di pasar lokal, tetapi mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Dorong UKM Naik Kelas Melalui Akses Pembiayaan
Khofifah turut menekankan pentingnya dukungan pembiayaan bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM). Pemerintah, menurutnya, tidak harus mengambil alih pengelolaan usaha maupun menyediakan seluruh modal, tetapi perlu membuka akses pasar dan mempertemukan pelaku usaha dengan lembaga pembiayaan.
Ia memberikan contoh seorang pelaku UKM bernama Fransiska yang memperoleh pesanan 3.000 mukena ketika mengikuti kegiatan misi dagang di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Namun, besarnya pesanan tersebut justru menghadirkan persoalan baru karena pelaku usaha belum memiliki modal yang cukup untuk memenuhi permintaan pasar.
Khofifah kemudian mendorong dukungan perbankan daerah agar pelaku UKM memperoleh akses pembiayaan dengan bunga yang sesuai kemampuan usaha.
Selain itu, ia mencontohkan produk eco-print yang dikembangkan pasangan suami istri setelah memasuki masa pensiun. Produk tersebut dinilai memiliki peluang untuk dipasarkan lebih luas, termasuk ke pasar internasional.
Tantangan Media Menjaga Kredibilitas
Pesan Khofifah dalam AMSI Awards 2026 sekaligus menjadi pengingat bahwa perkembangan teknologi digital harus diimbangi dengan penguatan kualitas jurnalistik.
Di tengah persaingan kecepatan publikasi, media siber dituntut tetap mengutamakan verifikasi, akurasi, independensi, dan keberimbangan informasi.
Tantangan era post-truth tidak cukup dijawab dengan memperbanyak konten, tetapi juga melalui konsistensi media dalam menghadirkan fakta yang dapat diuji dan dipertanggungjawabkan.
Karena itu, penghargaan terhadap inovasi media diharapkan tidak berhenti pada pencapaian industri, melainkan menjadi dorongan untuk meningkatkan kualitas pelayanan informasi kepada masyarakat.
AMSI Awards 2026 menjadi bagian dari rangkaian Indonesia Digital Media Conference (IDMC) 2026 yang berlangsung di Surabaya pada 28–29 Oktober 2026.
Melalui momentum tersebut, penguatan ekosistem media digital diharapkan berjalan seiring dengan komitmen menjaga integritas pers, profesionalisme jurnalistik, serta hak masyarakat memperoleh informasi yang benar dan berkualitas.
(Red-Garudasatunews)













