Khofifah Raih Dua Penghargaan Nasional Sekaligus

oleh -60 Dilihat
oleh
Khofifah Raih Dua Penghargaan Nasional Sekaligus
Khofifah Terima Dua Penghargaan Top Regional Leader Award 2026
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima dua penghargaan dalam ajang Disway Top Regional Leader Awards 2026 yang digelar di Jakarta, Kamis (11/6/2026). Penghargaan tersebut diberikan untuk kategori Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah dan Penguat Ketahanan Pangan Nasional.

Penghargaan berupa piala dan piagam diserahkan langsung oleh Founder Disway Group, Dahlan Iskan. Pengakuan tersebut diberikan atas capaian Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menjaga pertumbuhan ekonomi daerah serta mendukung program ketahanan pangan nasional.

Disway Top Regional Leader Awards 2026 merupakan ajang penghargaan perdana yang diselenggarakan Disway National Network. Penilaian difokuskan pada kinerja kepala daerah di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota yang dinilai berhasil menghadirkan inovasi tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, serta pembangunan daerah yang berdampak bagi masyarakat.

Menanggapi penghargaan tersebut, Khofifah menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang dinilai berkontribusi terhadap berbagai capaian pembangunan daerah. Ia menyoroti tantangan pengelolaan keuangan daerah akibat berkurangnya Dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.

Menurut Khofifah, berkurangnya TKD tidak boleh menjadi hambatan bagi daerah untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi. Pemerintah daerah, kata dia, dituntut melakukan berbagai penyesuaian kebijakan dan memperkuat inovasi pembiayaan atau creative financing guna menjaga keberlanjutan program pembangunan.

Pemprov Jawa Timur, lanjutnya, mendorong setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memiliki Unit Pelaksana Teknis (UPT) untuk melakukan efisiensi sekaligus mengoptimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Langkah tersebut disebut sebagai salah satu strategi menghadapi keterbatasan fiskal daerah.

Selain itu, Khofifah mengungkapkan bahwa program Misi Dagang antarprovinsi dan luar negeri menjadi instrumen penting dalam memperluas konektivitas ekonomi. Ia menyebut nilai transaksi dari sejumlah kegiatan misi dagang yang difasilitasi Pemprov Jawa Timur mencapai lebih dari Rp1 triliun, bahkan transaksi pada misi dagang ke Malaysia diklaim menembus Rp14 triliun.

Di sektor pembangunan sumber daya manusia, Khofifah menegaskan bahwa program wajib seperti pendidikan tetap menjadi prioritas utama meskipun terjadi penyesuaian anggaran. Menurutnya, investasi pada pendidikan menjadi faktor penting dalam menyongsong bonus demografi dan target Indonesia Emas 2045.

Ia juga mengungkapkan bahwa Pemprov Jawa Timur telah melakukan pengurangan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) sebagai bagian dari langkah penyesuaian keuangan daerah. Namun demikian, ia memastikan kebijakan tersebut tidak memengaruhi kualitas pelayanan publik maupun kinerja aparatur pemerintah.

Sementara itu, terkait penghargaan di bidang ketahanan pangan, Khofifah menegaskan Jawa Timur masih menjadi salah satu daerah penopang utama produksi pangan nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada 2 Juni 2026, Jawa Timur diproyeksikan memiliki potensi produksi padi sebesar 7,71 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) sepanjang Januari–Juli 2026.

Angka tersebut meningkat 5,49 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 7,30 juta ton GKG. Dengan capaian tersebut, Jawa Timur menempati posisi tertinggi secara nasional, melampaui Jawa Tengah dengan potensi produksi 7,00 juta ton GKG dan Jawa Barat sebesar 5,98 juta ton GKG.

Khofifah menyatakan capaian tersebut menjadi indikator bahwa Jawa Timur tidak hanya berkontribusi pada ketahanan pangan nasional, tetapi juga mengarah pada penguatan kedaulatan pangan yang berkelanjutan.

Panitia penyelenggara menjelaskan bahwa seluruh penerima penghargaan telah melalui proses penilaian yang diklaim objektif dan terukur. Metode penilaian mencakup pengolahan data primer dan sekunder, survei publik, audit independen, serta evaluasi oleh dewan pakar dan pimpinan media yang tergabung dalam jaringan Disway National Network.

Indikator penilaian meliputi kinerja pembangunan daerah, tata kelola pemerintahan, inovasi layanan publik, penguatan ekonomi daerah, pembangunan infrastruktur dan konektivitas, pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif, ketahanan pangan, lingkungan hidup, reformasi birokrasi, hingga komunikasi publik dan kepemimpinan daerah.

Founder Disway Group, Dahlan Iskan, mengatakan kepala daerah saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks dalam menjalankan roda pemerintahan. Karena itu, menurutnya, pemimpin daerah yang mampu menunjukkan inovasi, prestasi, dan dampak nyata bagi masyarakat layak memperoleh apresiasi di tingkat nasional.

Acara tersebut turut dihadiri Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono, Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Cheka Virgowansyah, serta para gubernur, wali kota, dan bupati dari berbagai daerah di Indonesia yang juga menerima penghargaan.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.