Kepala SPPG Karanganyar Pusing dan Muntah-Muntah Usai Cicipi Menu MBG : Bukan Keracunan cuma Kelelahan aja

oleh -32 Dilihat
oleh
banner 468x60

KARANGANYAR, Garudasatunews.id – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jati, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, membatalkan distribusi 300 porsi paket Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (12/8/2026). Langkah ini diambil setelah olahan menu ayam rempah pada batch kedua terindikasi tidak layak konsumsi.

Kepala SPPG Jati, Abra Yodha Raya, menjelaskan bahwa temuan tersebut bermula dari laporan tim olah dapur dan ahli gizi yang mencium aroma tidak sedap pada daging ayam yang sedang dimasak.
Guna memastikan kondisi makanan secara langsung, Abra bersama sembilan staf lainnya melakukan uji organoleptik atau pengujian sensorik sebelum hidangan dibagikan kepada penerima manfaat.

“Secara cita rasa memang tersamarkan oleh bumbu rempah. Namun, aromanya tidak dapat dibohongi karena cenderung asam. Berdasarkan hasil uji organoleptik, nilainya hanya 2 dari skala 5, yang berarti berkualitas rendah dan tidak layak,” ujar Abra saat ditemui di SPPG Jati, Karanganyar, Kamis (13/8/2026).

Usai mencicipi hidangan tersebut, Abra mengaku sempat mengalami mual, pusing, hingga muntah. Ia menduga bukan keracunan cuma kondisi fisiknya yang kurang prima akibat kelelahan turut memperberat reaksi tubuh saat menguji makanan bermasalah tersebut.

Penarikan Paket dan Pemusnahan Bahan
Menindaklanjuti temuan itu, pihak SPPG Jati mengambil tindakan korektif dan antisipatif secara menyeluruh, di antaranya :
– Pemusnahan Bahan: Sekitar 30 kilogram daging ayam olahan pada batch kedua langsung dibuang dan dimusnahkan. Seluruh beban kerugian material ditanggung oleh pihak mitra pemasok.
– Penarikan Preventif: Meski batch pertama sebanyak 300 porsi dinyatakan aman, pengelola tetap menarik kembali seluruh paket yang telah didistribusikan sebagai langkah pencegahan (strict precaution).
– Pemutusan Kontrak Pemasok: Pihak SPPG Jati secara tegas memutus hubungan kerja sama dengan pemasok (supplier) daging ayam tersebut pada hari yang sama, meskipun kemitraan telah berjalan selama tiga bulan.

Abra menambahkan, secara tampilan fisik luar, pasokan daging ayam dari penyedia tampak segar saat diterima. Namun, kerusakan kualitas di bagian dalam daging baru terdeteksi saat proses pengolahan berlangsung.

“Kami tidak mentoleransi adanya kompromi terhadap standar kualitas bahan pangan. Pemasok baru sudah ditunjuk pada hari Kamis untuk memastikan distribusi makanan bergizi kembali berjalan normal,” tegas Abra.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.