Presiden Prabowo Targetkan Produksi 2 Juta Motor Listrik Nasional, Bebas DP dan Cicilan Ringan,

oleh -21 Dilihat
oleh
banner 468x60

BEKASI, Garudasatunews.id — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mendorong percepatan transformasi industri kendaraan listrik tanah air dengan menargetkan produksi motor listrik nasional mencapai 2 juta unit. Target ambisius ini disampaikan saat beliau mengapresiasi keberhasilan capaian awal industri domestik yang telah memproduksi 20.000 unit kendaraan listrik.

“Hari ini kelompok Indika telah berhasil memproduksi 20 ribu motor. Saya sampaikan, jika nanti mencapai 200 ribu unit saya akan datang lagi, dan saat mencapai 2 juta unit saya pasti kembali,” ujar Presiden Prabowo dalam sambutannya pada peresmian ekosistem motor listrik nasional di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026).

Dukungan Pembiayaan dan Insentif Rakyat
Untuk memicu adopsi massal di masyarakat, pemerintah tengah merancang skema pembiayaan yang lebih fleksibel dan terjangkau. Presiden menjanjikan penurunan suku bunga cicilan hingga skema pembelian tanpa uang muka (DP 0%).

“Suku bunga cicilan akan kita turunkan untuk rakyat. Kita juga upayakan agar pembelian tidak perlu menggunakan DP,” tegas Presiden.

Langkah ini diambil mengingat besarnya efisiensi biaya yang ditawarkan motor listrik. Berdasarkan kalkulasi pemerintah, pengalihan dari kendaraan berbahan bakar minyak (BBM) ke listrik mampu memangkas biaya operasional harian masyarakat sebesar 50 hingga 70 persen.

Kolaborasi BPI Danantara dan Program Trade-In
Guna mempercepat pembentukan ekosistem, Presiden meminta Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk terlibat aktif memberikan dukungan modal maupun infrastruktur pendukung.

Selain itu, pemerintah juga tengah mematangkan program tukar tambah (trade-in) bagi masyarakat pemilik kendaraan konvensional. Skema ini memungkinkan masyarakat menukarkan motor bensin lama mereka dengan motor listrik baru hanya dengan menambah selisih biaya yang terjangkau.

Transisi ke kendaraan listrik ini dipandang kian mendesak seiring makin ketatnya regulasi emisi global, seperti penerapan pajak karbon dan pembatasan kendaraan konvensional yang telah diberlakukan di berbagai kota besar dunia.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.