Kemah Lintas Agama Banyuwangi Perkuat Toleransi Generasi Muda

oleh -20 Dilihat
oleh
Kemah Lintas Agama Banyuwangi Perkuat Toleransi Generasi Muda
66 peserta ikuti kegiatan kemah lintas agama di kawasan Gerbang Raung Banyuwangi
banner 468x60

BANYUWANGI, Garudasatunews.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) memperkuat toleransi dan kerukunan antarumat beragama melalui kegiatan Kemah Lintas Agama yang melibatkan 66 peserta dari berbagai latar belakang agama. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat–Sabtu (16–17 Oktober 2026) di kawasan Gerbang Raung, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, tersebut menjadi ruang dialog untuk menanamkan nilai persaudaraan, kebersamaan, dan persatuan di kalangan generasi muda.

Kegiatan ini diikuti tokoh pemuda, tokoh masyarakat, serta guru dari berbagai agama. Kemah Lintas Agama diinisiasi FKUB Banyuwangi sebagai agenda tahunan untuk mempererat hubungan lintas iman sekaligus membangun kesadaran bahwa keberagaman merupakan kekuatan sosial yang perlu dijaga bersama.

Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, menegaskan bahwa perbedaan agama dan keyakinan tidak seharusnya menjadi penghalang bagi masyarakat untuk bekerja sama. Menurutnya, kehidupan masyarakat yang majemuk dapat berlangsung harmonis apabila seluruh elemen masyarakat menjaga komunikasi, saling menghormati, dan mengedepankan kebersamaan.

Ia berharap interaksi selama kegiatan kemah dapat menjadi bekal bagi para peserta untuk menerapkan nilai toleransi dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, organisasi, maupun masyarakat.

Ketua FKUB Banyuwangi, Nur Chozin, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut melibatkan pemuda dan tokoh masyarakat yang berasal dari berbagai organisasi serta komunitas lintas agama. Di antaranya Forum Pemuda Lintas Agama (Formula), Komunitas Guru Lintas Agama (KG Lima), Forum Istri Lintas Agama (Fila), dan Paguyuban Umat Lintas Agama (Pulma).

Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti sejumlah agenda edukatif dan kegiatan kebersamaan. Materi yang diberikan meliputi sarasehan mengenai batasan toleransi antarumat beragama, pembekalan wawasan kebangsaan, kegiatan api unggun, hingga lintas alam.

Rangkaian kegiatan tersebut dirancang untuk mendorong peserta memahami pentingnya menghargai perbedaan tanpa menghilangkan identitas keyakinan masing-masing. Melalui pertemuan langsung dan dialog terbuka, peserta diharapkan mampu membangun hubungan sosial yang lebih erat serta mencegah berkembangnya prasangka antarkelompok.

FKUB Banyuwangi berharap para peserta dapat menjadi pelopor perdamaian di lingkungan masing-masing. Mereka diharapkan aktif membangun dialog, memperluas kerja sama sosial, serta menyebarkan semangat toleransi di tengah masyarakat.

Kemah Lintas Agama juga menjadi bagian dari upaya kolaboratif antara Pemkab Banyuwangi, FKUB, dan berbagai elemen masyarakat dalam merawat kerukunan. Namun, keberhasilan penguatan toleransi tidak hanya ditentukan oleh terselenggaranya kegiatan seremonial, melainkan juga oleh keberlanjutan penerapan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itu, tindak lanjut setelah kegiatan menjadi aspek penting agar pesan persaudaraan tidak berhenti di lokasi perkemahan. Keterlibatan generasi muda dalam dialog lintas agama, kegiatan sosial bersama, serta penyelesaian persoalan secara damai diharapkan mampu memperkuat harmoni sosial secara berkelanjutan.

Melalui Kemah Lintas Agama, Banyuwangi berupaya menanamkan pemahaman bahwa perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan landasan membangun persatuan. Kolaborasi pemerintah daerah, tokoh agama, pendidik, dan generasi muda menjadi unsur penting dalam menjaga kerukunan di tengah masyarakat yang beragam.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.