Karhutla Lawu Utara Terkendali, Api Berhasil Dicegah Meluas

oleh -22 Dilihat
oleh
Karhutla Lawu Utara Terkendali, Api Berhasil Dicegah Meluas
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang merambah kawasan Petak 42 E RPH Campurejo, BKPH Lawu Utara, Dusun Campurejo, Desa Karangrejo, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, berhasil dipadamkan, Senin (14/9/2026).
banner 468x60

NGAWI, Garudasatunews.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan Petak 42 E RPH Campurejo, BKPH Lawu Utara, Dusun Campurejo, Desa Karangrejo, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, berhasil dikendalikan dan dipadamkan oleh tim gabungan pada Senin (14/9/2026). Keberhasilan tersebut tidak lepas dari sinergi petani kopi, petani pinus, TNI, Polri, Perhutani, BPBD, serta unsur terkait yang bergerak cepat mencegah api meluas ke kawasan hutan lainnya.

Berdasarkan informasi di lapangan, titik api diduga berasal dari Petak 60 RPH Bedagung, BKPH Lawu Selatan, wilayah Desa Bedagung, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan. Karena lokasi tersebut berbatasan langsung dengan kawasan RPH Campurejo di Ngawi, kobaran api sempat merambat dan mengancam area hutan di lereng Gunung Lawu bagian utara.

Tim gabungan segera melakukan upaya pemadaman serta pembuatan ilaran atau sekat bakar guna memutus jalur rambatan api. Langkah tersebut dinilai efektif sehingga kebakaran dapat dilokalisasi sebelum menjangkau area yang lebih luas. Dari total kawasan sekitar 7 hektare, area terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 1 hektare.

Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama melalui Kapolsek Kendal AKP Agus menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi faktor utama dalam pengendalian karhutla di wilayah perbatasan Ngawi-Magetan tersebut.

“Api sudah berhasil dipadamkan. Personel bersama Perhutani dan kelompok petani tetap melakukan monitoring serta koordinasi untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul dan mencegah api menjalar ke wilayah lainnya,” ujar AKP Agus.

Meski api telah berhasil dipadamkan, proses penanganan di lapangan tidak berlangsung mudah. Lokasi kebakaran berada di kawasan perbukitan dengan akses yang cukup sulit. Petugas dan relawan harus berjalan kaki sekitar lima kilometer dari titik parkir kendaraan menuju lokasi kejadian untuk melakukan pemadaman dan pemantauan.

Hingga saat ini, personel Polsek Kendal, Koramil Kendal, KRPH Campurejo, serta kelompok petani kopi masih bersiaga di sekitar lokasi guna mengantisipasi munculnya titik api baru. Pengawasan intensif dilakukan mengingat kondisi musim kemarau yang meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.

Peristiwa ini kembali menunjukkan pentingnya keterlibatan masyarakat sekitar hutan dalam upaya mitigasi bencana lingkungan. Kehadiran petani kopi dan petani pinus yang memahami karakteristik wilayah setempat turut membantu mempercepat penanganan kebakaran sehingga dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan.

Selain penanganan darurat, aparat kepolisian dan instansi terkait terus mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama pada musim kemarau. Langkah pencegahan dan pelaporan dini dinilai menjadi kunci untuk menekan risiko karhutla yang dapat mengancam kelestarian hutan, lingkungan, serta aktivitas masyarakat sekitar.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.