BPBD Mojokerto Salurkan 290 Tangki Air Bersih

oleh -17 Dilihat
oleh
BPBD Mojokerto Salurkan 290 Tangki Air Bersih
Penyaluran air bersih kepada warga terdampak. [Foto : ist]
banner 468x60

MOJOKERTO, Garudasatunews.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto kembali menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak krisis air akibat musim kemarau. Hingga pertengahan September 2026, sebanyak 290 tangki air bersih telah didistribusikan ke sejumlah wilayah terdampak guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Penyaluran bantuan tersebut difokuskan pada tiga desa yang selama ini menjadi wilayah langganan kekeringan di kawasan kaki Gunung Penanggungan, yakni Desa Kunjorowesi dan Desa Manduro Manggung Gajah di Kecamatan Ngoro, serta Desa Duyung di Kecamatan Trawas. Ribuan warga di tiga desa tersebut masih bergantung pada suplai air bersih dari pemerintah daerah karena sumber air setempat mengalami penyusutan selama musim kemarau.

BPBD Mojokerto memastikan distribusi air bersih dilakukan secara rutin setiap hari. Dari total bantuan yang dialokasikan, masing-masing tangki memiliki kapasitas sekitar 4.000 liter. Penyaluran dilakukan berdasarkan tingkat kebutuhan warga di setiap desa terdampak agar pasokan air tetap tersedia untuk kebutuhan rumah tangga, mulai dari konsumsi, memasak hingga sanitasi.

Data BPBD menunjukkan Desa Kunjorowesi menjadi wilayah dengan jumlah penerima manfaat terbesar. Sementara Desa Duyung dan Desa Manduro Manggung Gajah juga masih membutuhkan dukungan distribusi air bersih karena belum sepenuhnya terbebas dari dampak kekeringan yang terjadi selama musim kemarau tahun ini.

Langkah distribusi ratusan tangki air bersih tersebut merupakan bagian dari penanganan darurat yang dilakukan pemerintah daerah setelah Kabupaten Mojokerto menetapkan status tanggap darurat bencana kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla). Status tersebut berlaku hingga akhir Oktober 2026 sebagai dasar percepatan penanganan dampak musim kemarau di sejumlah wilayah rawan.

Dari sudut pandang pelayanan publik, distribusi air bersih menjadi indikator penting respons pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat terdampak bencana. Ketersediaan air bersih tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan lingkungan dan kualitas hidup warga di daerah yang mengalami keterbatasan sumber air.

Di sisi lain, kondisi kekeringan yang berulang setiap tahun kembali memunculkan kebutuhan solusi jangka panjang. Sejumlah pihak mendorong percepatan pembangunan infrastruktur air bersih, termasuk pengembangan jaringan pipanisasi dan optimalisasi sumber mata air yang dapat menjangkau wilayah rawan kekeringan. Upaya tersebut dinilai penting agar ketergantungan terhadap bantuan tangki air dapat berkurang pada musim kemarau berikutnya.

BPBD Mojokerto menegaskan distribusi air bersih akan terus dilakukan sesuai kebutuhan masyarakat dan hasil asesmen lapangan. Pemerintah daerah juga membuka peluang penambahan bantuan apabila kondisi kekeringan berkepanjangan dan kebutuhan warga meningkat selama masa tanggap darurat berlangsung.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.