Karhutla Arjuno Padam, Polisi Usut Dugaan Pembakaran

oleh -38 Dilihat
oleh
Karhutla Arjuno Padam, Polisi Usut Dugaan Pembakaran
Karhutla Arjuno Padam, Polisi Usut Dugaan Pembakaran
banner 468x60

BATU, Garudasatunews.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Arjuno-Welirang, Jawa Timur, akhirnya berhasil dipadamkan. Namun, berakhirnya kobaran api belum menutup persoalan. Kepolisian kini melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kebakaran yang melanda kawasan konservasi tersebut sejak pertengahan Oktober 2026, termasuk menelusuri kemungkinan adanya unsur kesengajaan.

Berdasarkan pemantauan pada Minggu (25/10/2026), seluruh titik api dilaporkan telah padam. Sistem Pemantauan dan Peringatan Dini Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi) yang dikelola Kementerian Kehutanan juga tidak lagi menunjukkan adanya titik panas (hotspot) di kawasan Gunung Arjuno-Welirang.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, Agustiningtyas Marini, memastikan titik api yang sebelumnya masih tersisa, termasuk di kawasan Sipongis, telah berhasil dipadamkan.

“Untuk di Sipongis sudah nihil semua. Begitu juga dengan titik-titik lain yang sebelumnya sempat tersisa, saat ini sudah padam total,” ungkap Agustiningtyas.

Polisi Dalami Penyebab Kebakaran

Meski kondisi lapangan telah terkendali, proses pengungkapan penyebab karhutla masih menjadi perhatian. UPT Tahura Raden Soerjo telah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk mendukung penyelidikan.

Jajaran Polda Jawa Timur bersama kepolisian resor terkait dilibatkan dalam proses investigasi. Aparat melakukan pengumpulan barang bukti serta meminta keterangan sejumlah pihak guna menelusuri awal munculnya api.

Agustiningtyas mengatakan pihaknya belum mengetahui hasil penyelidikan yang sedang berjalan.

“Terkait penyebab kebakaran kemarin, dari jajaran Polda dan jajaran Polres turut membantu untuk melakukan investigasinya. Kita belum tahu hasilnya seperti apa,” jelasnya.

Ia menambahkan, laporan mengenai peristiwa tersebut telah disampaikan kepada aparat penegak hukum. Pihak pengelola Tahura masih menunggu perkembangan hasil investigasi kepolisian.

Hingga informasi ini disampaikan, belum terdapat kesimpulan resmi mengenai penyebab kebakaran, termasuk apakah terdapat unsur kesengajaan atau faktor lainnya. Karena itu, dugaan pembakaran lahan secara sengaja masih harus dibuktikan melalui proses penyelidikan dan alat bukti yang sah.

Empat Wilayah Terdampak, Ekosistem Hutan Jadi Perhatian

Karhutla di kawasan Tahura Raden Soerjo sebelumnya meluas hingga empat wilayah administratif, yakni Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Malang, Kabupaten Mojokerto, dan Kota Batu.

Luasnya wilayah terdampak serta kondisi medan pegunungan yang terjal menjadi tantangan tersendiri bagi tim gabungan dalam melakukan pemadaman melalui jalur darat.

Upaya pemadaman juga terbantu oleh hujan yang mengguyur sejumlah bagian kawasan hutan dalam beberapa hari terakhir. Guyuran hujan membantu meredam sisa bara api yang sulit dijangkau petugas.

Dari hasil pemantauan sementara, vegetasi yang paling banyak terdampak kebakaran didominasi alang-alang dan semak belukar. Sementara itu, sebagian besar pohon berukuran besar dilaporkan masih mampu bertahan meskipun turut terpapar kobaran api.

UPT Tahura Raden Soerjo akan melanjutkan pemantauan terhadap kondisi pohon-pohon tersebut guna mengetahui dampak kebakaran terhadap kesehatan vegetasi dan keberlangsungan ekosistem hutan.

Penyelidikan dan Pemulihan Lingkungan Harus Berjalan Bersamaan

Padamnya api menjadi langkah awal pemulihan kawasan Gunung Arjuno-Welirang. Namun, pengawasan pascakebakaran tetap diperlukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api maupun bara yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Selain pemulihan lingkungan, pengungkapan penyebab kebakaran menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan karhutla berikutnya.

Apabila ditemukan bukti adanya unsur kesengajaan, aparat penegak hukum diharapkan menindaklanjutinya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Langkah tersebut penting untuk melindungi kawasan konservasi sekaligus mencegah kerusakan lingkungan yang lebih luas.

Dengan demikian, keberhasilan pemadaman tidak hanya diukur dari nihilnya titik api, tetapi juga dari transparansi penyelidikan, pertanggungjawaban apabila ditemukan pelanggaran, serta keberlanjutan perlindungan ekosistem Gunung Arjuno-Welirang.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.