Longsor Terjang Dua Kecamatan di Blitar, Rumah Warga Rusak

oleh -14 Dilihat
oleh
Longsor Terjang Dua Kecamatan di Blitar, Rumah Warga Rusak
Longsor Terjang Dua Kecamatan di Blitar, Rumah Warga Rusak
banner 468x60

BLITAR, Garudasatunews.id – Bencana tanah longsor menerjang dua kecamatan di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, pada Senin (2/11/2026) dini hari. Peristiwa yang dipicu hujan berintensitas tinggi tersebut mengakibatkan satu rumah warga mengalami kerusakan, sementara bangunan lain dan infrastruktur jalan terancam terdampak longsor susulan.

Dua lokasi terdampak berada di Kecamatan Wonotirto dan Kecamatan Panggungrejo. Kejadian ini menjadi perhatian karena kondisi tanah di kawasan perbukitan wilayah selatan Kabupaten Blitar mulai mengalami kerentanan memasuki awal musim hujan.

Longsor pertama terjadi sekitar pukul 00.30 WIB di Dusun Krajan RT 02 RW 01, Desa Ngadipuro, Kecamatan Wonotirto. Hujan deras menyebabkan talud penahan jalan ambrol dengan panjang sekitar 10 meter dan tinggi 4 meter.

Kerusakan talud tersebut berpotensi mengganggu stabilitas struktur jalan yang menjadi salah satu akses penting bagi aktivitas masyarakat setempat.

Sekitar pukul 04.00 WIB, longsor kembali terjadi di Dusun Kaligambir RT 02 RW 02, Desa Kaligambir, Kecamatan Panggungrejo. Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan kondisi tanah tebing di kawasan perbukitan menjadi labil hingga material tanah runtuh ke area permukiman warga.

Dampak paling nyata terjadi pada rumah milik Samirin. Bagian dapur rumah tersebut ambruk setelah tertimpa material longsoran dengan dimensi sekitar 8 meter panjang, 5 meter lebar, dan 5 meter tinggi.

Selain rumah Samirin, satu bangunan milik Supono yang berada tepat di sekitar titik longsor juga berada dalam kondisi terancam. Bangunan tersebut masuk kategori siaga karena berpotensi terdampak apabila terjadi pergerakan tanah susulan.

BPBD Turunkan Tim Assessment ke Dua Lokasi

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar, Wahyudi, membenarkan terjadinya dua peristiwa longsor tersebut.

Ia menjelaskan, personel BPBD telah diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan assessment, penanganan awal, serta pendataan dampak kerusakan.

Salah satu langkah darurat yang dilakukan adalah memasang terpal pada bagian tebing dan talud yang mengalami longsor. Upaya tersebut bertujuan meminimalkan pengikisan tanah akibat aliran air apabila hujan kembali turun.

Menurut Wahyudi, penanganan awal perlu dilakukan untuk mengurangi risiko kerusakan lebih lanjut, terutama pada kawasan yang masih berpotensi mengalami pergerakan tanah.

Warga Diminta Waspadai Longsor Susulan

BPBD Kabupaten Blitar mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan perbukitan, lereng tebing, serta wilayah rawan longsor di bagian selatan Kabupaten Blitar agar meningkatkan kewaspadaan selama masa peralihan menuju musim hujan.

Meskipun kondisi cuaca di lokasi kejadian terpantau cerah berawan setelah peristiwa berlangsung, potensi longsor susulan tetap menjadi perhatian petugas.

BPBD bersama perangkat desa dan masyarakat setempat masih melakukan pemantauan terhadap kondisi tanah di sekitar titik terdampak.

Peristiwa di Wonotirto dan Panggungrejo tersebut menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi, khususnya di kawasan dengan kontur tanah perbukitan.

Pemeriksaan kondisi tebing, talud penahan jalan, serta bangunan yang berada dekat lereng menjadi langkah penting untuk mengantisipasi risiko keselamatan masyarakat apabila hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.