Kapal Pengangkut Elpiji Karam Usai Hantam Karang

oleh -16 Dilihat
oleh
WhatsApp Image 2026-06-16 at 19.54.00
Kapal Pengangkut Elpiji Karam Usai Hantam Karang
banner 468x60

SUMENEP, Garudasatunews.id – Kapal motor (KM) La Risky yang mengangkut ratusan tabung gas elpiji 3 kilogram, material bangunan, dan kebutuhan logistik lainnya karam di perairan selatan Pulau Mamburit, Kecamatan Kangean, Kabupaten Sumenep, Senin (15/6/2026) sore.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian publik setelah rekaman video amatir berdurasi 16 detik yang memperlihatkan proses tenggelamnya kapal beredar luas di media sosial. Dalam video itu, badan kapal berwarna kuning-putih terlihat sebagian besar telah terendam air laut.

Sejumlah nelayan setempat tampak berupaya mendekati lokasi kejadian untuk membantu proses penyelamatan awak kapal serta mengamankan sebagian muatan yang masih dapat dievakuasi.

Pemilik kapal, Mulyadi (40), mengatakan kapal mengalami kebocoran setelah diduga menabrak karang saat berlayar sekitar 1,5 mil laut dari Pelabuhan Batuguluk.

“Kapal mengalami bocor dan kemasukan air laut karena diduga menabrak karang,” ujar Mulyadi.

Menurutnya, air laut yang masuk dengan cepat menyebabkan kapal kehilangan daya apung hingga akhirnya tenggelam. Sebagian muatan dilaporkan ikut karam bersama badan kapal.

Meski demikian, seluruh awak kapal berhasil diselamatkan. Mulyadi bersama empat anak buah kapal (ABK) dilaporkan selamat tanpa korban jiwa. Nelayan yang berada di sekitar lokasi juga berhasil mengevakuasi sebagian tabung elpiji serta sejumlah barang lainnya sebelum tenggelam.

Proses evakuasi berlangsung hingga malam hari dengan melibatkan warga dan nelayan setempat.

Akibat insiden tersebut, kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp450 juta. Nilai kerugian itu mencakup kerusakan kapal serta hilangnya sebagian besar muatan yang diangkut.

Saat ini, kasus kecelakaan laut tersebut masih dalam penanganan Polsek Kangean. Aparat kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan sejumlah saksi, serta berkoordinasi dengan Syahbandar dan Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) guna mendalami penyebab pasti insiden tersebut.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.