MADIUN, Garudasatunews.id – Kegiatan senam pagi rutin yang digelar di Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun tidak hanya difokuskan pada pembinaan kesehatan warga binaan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana penguatan pengawasan terhadap potensi pelanggaran tata tertib di dalam lingkungan pemasyarakatan.
Ratusan warga binaan mengikuti senam pagi yang berlangsung di area lapas pada Rabu (10/6/2026). Usai kegiatan olahraga, pihak lapas memberikan tambahan makanan berupa bubur kacang hijau sebagai bagian dari upaya menjaga kondisi kesehatan warga binaan selama menjalani masa pembinaan.
Dalam pengarahan setelah kegiatan, Kepala Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun, Rudi Kristiawan, kembali menekankan pentingnya kepatuhan terhadap seluruh aturan yang berlaku di lingkungan lapas. Penegasan tersebut menjadi bagian dari langkah preventif untuk menekan potensi pelanggaran yang dapat mengganggu proses pembinaan.
Menurut Rudi, pembinaan warga binaan tidak hanya dilakukan melalui program keterampilan, pendidikan, dan keagamaan, tetapi juga melalui pembiasaan pola hidup sehat serta penanaman disiplin dalam aktivitas sehari-hari.
“Kondisi fisik yang sehat menjadi salah satu faktor penting agar warga binaan dapat mengikuti seluruh program pembinaan secara maksimal,” ujar Rudi dalam keterangannya.
Pada kesempatan tersebut, Rudi secara khusus mengingatkan warga binaan agar tidak terlibat dalam praktik pelanggaran yang menjadi perhatian serius jajaran pemasyarakatan, yakni penggunaan telepon genggam ilegal, pungutan liar, dan penyalahgunaan narkotika atau yang dikenal dengan istilah Halinar.
Ia menegaskan bahwa seluruh warga binaan memiliki kewajiban menaati tata tertib yang berlaku selama menjalani masa pidana. Setiap pelanggaran, menurutnya, akan ditindak sesuai ketentuan dan mekanisme yang berlaku di lingkungan pemasyarakatan.
“Jangan sampai ada yang mencoba melakukan pelanggaran. Semua warga binaan wajib mematuhi aturan. Jika ditemukan pelanggaran, tentu akan ada konsekuensi sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Lebih lanjut, Rudi menyampaikan bahwa berbagai hak warga binaan tetap diberikan sesuai regulasi yang berlaku. Karena itu, warga binaan diharapkan dapat memanfaatkan masa pembinaan untuk memperbaiki sikap, meningkatkan keterampilan, serta mempersiapkan diri sebelum kembali ke tengah masyarakat.
Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun secara berkala melaksanakan berbagai program pembinaan yang mencakup aspek kesehatan, mental, spiritual, hingga pengembangan keterampilan. Program tersebut merupakan bagian dari upaya pembentukan karakter dan peningkatan kualitas sumber daya warga binaan selama menjalani proses pemasyarakatan.
(Red-Garudasatunews)














