Jiwa Seni Mahasiswa Jadi Benteng Kemanusiaan

oleh -26 Dilihat
oleh
Jiwa Seni Mahasiswa Jadi Benteng Kemanusiaan
Peserta tangkai lomba nyanyi keroncong putri menunggu giliran tampil di lokasi Fakultas Kedokteran Universitas Jember, 9 September 2026
banner 468x60

JEMBER, Garudasatunews.id – Pekan Seni Mahasiswa Nasional (PEKSIMINAS) XVIII 2026 di Universitas Jember (UNEJ) tidak sekadar menjadi arena kompetisi talenta seni mahasiswa dari berbagai daerah. Di tengah percepatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI), ajang nasional tersebut juga menegaskan pentingnya mempertahankan rasa, kreativitas, serta nilai kemanusiaan melalui karya seni.

PEKSIMINAS XVIII 2026 resmi dibuka di UNEJ, Selasa malam (8/9/2026). Ajang yang diselenggarakan Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) Jawa Timur tersebut mempertemukan talenta mahasiswa hasil seleksi daerah dari berbagai provinsi di Indonesia.

Ketua Panitia PEKSIMINAS XVIII 2026, Fendi Setyawan, menilai mahasiswa peserta tidak hanya membawa kemampuan akademik, tetapi juga potensi artistik yang menjadi bagian penting dari pembentukan karakter generasi muda.

Menurut Fendi, perkembangan teknologi membuat kemampuan manusia dalam menghasilkan karya semakin mudah dibantu perangkat digital. Namun, terdapat aspek tertentu yang tidak dapat sepenuhnya digantikan teknologi, yakni rasa dan pengalaman manusia dalam menciptakan karya seni.

“Di era kecerdasan buatan dan digitalisasi, rasa dan jiwa yang kalian miliki adalah benteng terakhir kemanusiaan. Teknologi bisa meniru banyak hal, tetapi ia tidak akan pernah bisa meniru getaran jiwa seorang seniman,” tegas Fendi.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu pesan penting dalam penyelenggaraan PEKSIMINAS. Seni tidak ditempatkan hanya sebagai perlombaan untuk mengejar piala, tetapi sebagai ruang mahasiswa mengembangkan kreativitas, karakter, kemampuan sosial, sekaligus mempertahankan identitas budaya.

Panduan resmi PEKSIMINAS XVIII 2026 juga menempatkan pengembangan seni mahasiswa sebagai sarana ekspresi sekaligus komunikasi sosial. Seni dinilai memiliki peran dalam menyampaikan nilai, memperkuat identitas budaya, membangun kesadaran kolektif, serta mendorong kolaborasi lintas budaya.

PEKSIMINAS XVIII diikuti ratusan delegasi mahasiswa dari berbagai provinsi. Berdasarkan data Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemdiktisaintek, peserta yang ditetapkan mencapai 526 delegasi dengan total 893 personel untuk mengikuti kompetisi pada 20 tangkai lomba.

Sementara itu, Rektor UNEJ Iwan Taruna saat membuka kegiatan mengingatkan para peserta agar tetap menjunjung sportivitas dan menikmati proses berkarya. Pesan tersebut menunjukkan bahwa ukuran keberhasilan dalam kompetisi seni tidak semata-mata ditentukan oleh hasil akhir, tetapi juga proses kreatif yang dijalani peserta.

Di tengah dominasi teknologi, tantangan terhadap keberadaan seni justru semakin kompleks. Kemudahan menghasilkan gambar, tulisan, musik, hingga berbagai bentuk karya berbasis AI membuat keaslian gagasan dan kedalaman pengalaman manusia menjadi semakin penting.

Karena itu, PEKSIMINAS menjadi ruang strategis untuk memastikan mahasiswa tetap memiliki kesempatan mengembangkan kemampuan seni secara langsung. Pemerintah melalui program ini juga menempatkan seni sebagai bagian dari pengembangan bakat, minat, prestasi, dan penguatan karakter mahasiswa.

Pada akhirnya, kompetisi tersebut bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara. Lebih jauh, panggung PEKSIMINAS menjadi pengingat bahwa kemajuan teknologi tetap membutuhkan manusia yang memiliki empati, kreativitas, identitas budaya, dan kemampuan memberi makna terhadap kehidupan melalui karya.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.