Jembatan Sentong Ambrol, Percepatan Dipertanyakan

oleh -19 Dilihat
oleh
Jembatan Sentong Ambrol, Percepatan Dipertanyakan
Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur, H. Satib menyampaikan usulan dalam Konsultasi Publik di UPT DPU Binamarga Provinsi Jawa Timur Cabang Bondowoso, Kamis (16/4/2026)
banner 468x60

BONDOWOSO, Garudasatunews.id – Ambrolnya Jembatan Sentong di ruas Jalan Mastrip, Kabupaten Bondowoso, pada Senin (23/2/2026) memicu sorotan tajam terhadap lambannya respons pembangunan. Infrastruktur berusia lebih dari satu abad itu merupakan akses vital penghubung Bondowoso–Jember yang kini lumpuh total.

Komisi D DPRD Jawa Timur mendesak percepatan pembangunan jembatan tersebut. Dorongan itu mengemuka dalam agenda konsultasi publik bersama DPU Bina Marga Jawa Timur pada Kamis (16/4/2026), yang membahas paket penggantian Jembatan Sentong di perbatasan Desa Sukowiryo dan Kelurahan Nangkaan, Kecamatan Bondowoso.

Anggota Komisi D dari Fraksi Gerindra, H. Satib, mengungkapkan konsultasi publik digelar sebagai formalitas awal sebelum proyek berjalan. Namun di lapangan, warga terdampak justru telah lebih dulu menanggung kerugian akibat terputusnya jalur utama tersebut.

Dampak ekonomi disebut signifikan. Sejumlah pelaku usaha mengaku mengalami penurunan omzet hingga 50 persen sejak jembatan ambrol. Aktivitas warga pun terganggu, terutama bagi pejalan kaki yang belum memiliki akses penyeberangan darurat.

Warga mendesak penyediaan jembatan sementara khusus pejalan kaki sebagai solusi cepat. Selain itu, permintaan penerangan tambahan di area pemakaman sekitar lokasi jembatan juga muncul karena kondisi gelap dinilai membahayakan.

Sementara itu, arus kendaraan roda dua dan roda empat masih dialihkan melalui jalur alternatif di jalan kabupaten. Jalur tersebut dinilai tidak efisien dan menambah beban waktu tempuh masyarakat.

Di tengah tekanan publik, DPRD Jatim menilai target pembangunan selama delapan bulan terlalu lama. Percepatan dinilai memungkinkan dengan penambahan tenaga kerja dan sistem kerja bergilir hingga tiga shift tanpa mengorbankan kualitas konstruksi.

Proyek pembangunan ulang Jembatan Sentong dijadwalkan berlangsung mulai April hingga Desember 2026 dengan anggaran sebesar Rp17,5 miliar. Namun, desakan percepatan menjadi ujian serius bagi komitmen pemerintah dalam merespons krisis infrastruktur yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.