Longsor Massal Terjang Pacitan, Akses dan Listrik Lumpuh

oleh -28 Dilihat
oleh
Longsor Massal Terjang Pacitan, Akses dan Listrik Lumpuh
Alat Berat dikerahkan untuk membuka akses jalan
banner 468x60

PACITAN, Garudasatunews.id – Meski secara resmi telah memasuki musim kemarau berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, kenyataannya cuaca ekstrem masih menghantam wilayah Kabupaten Pacitan. Hujan berintensitas tinggi justru terus mengguyur, memicu puluhan kejadian tanah longsor dalam waktu singkat di sejumlah titik rawan.

Situasi ini menimbulkan tanda tanya besar terhadap akurasi prediksi musim serta kesiapsiagaan mitigasi bencana di tingkat daerah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Pacitan mencatat, dalam beberapa hari terakhir, longsor terjadi secara masif dan berulang, memperlihatkan kondisi tanah yang labil serta lemahnya sistem antisipasi di wilayah rawan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pacitan, Yagus Triarso, mengakui bahwa fenomena ini dipicu masa transisi musim yang belum stabil. Ia menyebut, kondisi cuaca saat ini sangat dinamis dan berpotensi berubah sewaktu-waktu tanpa pola yang pasti.

Namun demikian, pernyataan tersebut dinilai belum menjawab sepenuhnya dampak kerusakan yang sudah terjadi di lapangan. Masyarakat di wilayah rawan justru menjadi pihak yang paling terdampak, tanpa perlindungan maksimal dari potensi bencana berulang.

BPBD tetap mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya di daerah rawan longsor dan banjir. Akan tetapi, fakta di lapangan menunjukkan bahwa imbauan saja belum cukup untuk menekan risiko, mengingat intensitas hujan masih tinggi meski telah memasuki periode kemarau.

Yagus juga menyebutkan bahwa awal musim kemarau diperkirakan terjadi sejak April dengan puncak pada Agustus. Namun, ia mengakui adanya potensi anomali cuaca yang terus berulang selama masa peralihan ini, memperbesar risiko bencana hidrometeorologi.

Data sementara menunjukkan, longsor terjadi di tiga kecamatan, yakni Tegalombo, Bandar, dan Nawangan. Dua wilayah terakhir tercatat sebagai zona terdampak paling parah, dengan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan serius serta akses jalan terputus total.

Tidak hanya itu, gangguan infrastruktur juga meluas hingga sektor kelistrikan. Sejumlah tiang listrik dilaporkan roboh, menyebabkan aliran listrik di tiga desa sempat lumpuh dan menghambat aktivitas warga.

Camat Nawangan, Sukarwan, menyatakan bahwa akses jalan provinsi penghubung Pacitan dengan Purwantoro, Wonogiri, kini telah kembali dibuka setelah sempat tertutup material longsor. Meski demikian, kondisi di tingkat desa masih jauh dari normal.

Sejumlah ruas jalan antar desa hingga kini masih tertimbun longsoran tanah, sementara proses pendataan dampak kerusakan masih berlangsung. Kondisi ini menunjukkan penanganan bencana belum sepenuhnya tuntas dan menyisakan kerentanan baru bagi masyarakat setempat.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.