SURABAYA, Garudasatunews.id – Proses pemulangan jemaah haji melalui Debarkasi Surabaya pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi dipastikan berlangsung lebih cepat menyusul diterapkannya sistem Corridor Gate oleh Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya. Inovasi ini menjadi yang pertama diterapkan di Jawa Timur dalam pelayanan kedatangan jemaah haji.
Penerapan sistem tersebut dilakukan di Debarkasi Surabaya yang berlokasi di Asrama Haji Surabaya. Langkah ini diklaim sebagai bagian dari transformasi layanan keimigrasian untuk memangkas waktu pemeriksaan dokumen perjalanan sekaligus mengurangi potensi antrean panjang saat ribuan jemaah kembali ke tanah air.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya, Agus Winarto, menegaskan bahwa Corridor Gate dirancang untuk mempercepat proses pemeriksaan keimigrasian tanpa mengabaikan aspek pengawasan terhadap lalu lintas orang yang masuk ke Indonesia.
“Melalui sistem Corridor Gate, proses pemeriksaan keimigrasian dapat dilakukan secara lebih cepat, terintegrasi, dan tetap mengedepankan aspek pengawasan keimigrasian. Dengan alur pemeriksaan berbasis koridor, pergerakan jemaah menjadi lebih lancar sehingga mampu mengurangi antrean dan mempercepat proses kedatangan di Debarkasi Surabaya,” ujar Agus, Senin (1/6/2026).
Penerapan teknologi tersebut menjadi terobosan baru dalam pelayanan keimigrasian haji di Jawa Timur. Selain mempercepat verifikasi dokumen perjalanan, sistem ini juga ditujukan untuk meningkatkan kenyamanan jemaah yang baru menempuh perjalanan panjang dari Arab Saudi.
Tak hanya pada fase pemulangan, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya juga terlibat dalam mendukung kelancaran keberangkatan jemaah melalui layanan Makkah Route yang diterapkan di Bandara Internasional Juanda.
Melalui layanan tersebut, proses pemeriksaan keimigrasian Arab Saudi dilakukan sejak jemaah masih berada di Indonesia. Skema ini memungkinkan seluruh dokumen perjalanan dan administrasi keimigrasian diselesaikan sebelum keberangkatan menuju Tanah Suci.
“Melalui layanan Makkah Route, jemaah tidak perlu lagi menjalani pemeriksaan keimigrasian setibanya di Arab Saudi. Hal ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan haji sekaligus memberikan kenyamanan selama perjalanan menuju Tanah Suci,” jelas Agus.
Program Makkah Route dinilai mampu mempercepat proses kedatangan jemaah di Arab Saudi karena tahapan pemeriksaan keimigrasian telah rampung sejak keberangkatan dari Indonesia. Kebijakan ini sekaligus mengurangi beban antrean pemeriksaan di bandara tujuan.
Kehadiran Corridor Gate dan Makkah Route disebut sejalan dengan arah kebijakan transformasi layanan yang dicanangkan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto serta Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko melalui program “Imigrasi untuk Rakyat”.
Penerapan dua inovasi tersebut juga menjadi indikator upaya pemerintah memperkuat sinergi antarinstansi dalam meningkatkan efektivitas pelayanan haji, terutama pada aspek keimigrasian yang selama ini menjadi salah satu titik krusial dalam mobilitas jutaan jemaah Indonesia setiap tahunnya.
(Red-Garudasatunews)














