HUT ke-3 Garuda TV, Sudaryono: Garuda TV Pro-Pemerintah? Belum Tentu!

oleh -64 Dilihat
oleh
banner 468x60

JAKARTA, Garudasatunews.id — Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 Garuda TV berlangsung megah dan semarak di Gedung Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki. Mengangkat tema besar “Mahayuga”, perhelatan ini menjadi momentum refleksi perjalanan tiga tahun Garuda TV mengudara sebagai jaringan televisi nasional yang menyajikan berita aktual dan hiburan berkualitas.

Di balik capaian pesat bersiaran di lebih dari 250 kota di Indonesia, Founder Garuda TV yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, membagikan kisah emosional di balik berdirinya stasiun televisi tersebut. Siapa sangka, media nasional yang kini menjangkau jutaan pemirsa ini bermula dari sebuah tempat yang sangat bersahaja.

“Kami memulai langkah pertama pada tahun 2017 dari satu gudang kecil di Banten. Melalui perjuangan panjang, alhamdulillah pada 2023—tepat tiga tahun lalu—kami resmi meluncurkan siaran secara nasional ke seluruh penjuru negeri,” ujar Sudaryono saat menyampaikan sambutannya, Minggu (09/08/26)

Sudaryono menegaskan bahwa keputusannya membangun Garuda TV dilandasi oleh filosofi “Upaya Primer”. Dibandingkan sekadar memberi masukan atau mengkritik tanpa kepastian perubahan, ia memilih mengambil aksi nyata.
“Daripada hanya memberi saran dan akhirnya kecewa karena tidak dijalankan, kami memilih melakukan upaya primer: membangun salurannya, mengurus perizinan, menggalang modal, hingga membentuk tim tangguh. Hasilnya, Garuda TV kini dapat dinikmati di ratusan kota,” ungkapnya.

Memasuki usia baru ini, Sudaryono secara tegas menyatakan mundur total dari jajaran operasional Garuda TV. Langkah ini diambil guna menjaga independensi media serta menghindari konflik kepentingan (conflict of interest) atas posisinya sebagai pejabat publik.
Ia menggarisbawahi bahwa Garuda TV harus berdiri di atas fakta dan kejujuran, bukan menjadi alat propaganda pemerintah.
“Apakah Garuda TV pro-pemerintah karena saya pendirinya? Belum tentu. Pro atau tidaknya bergantung pada keaktualan informasi. Kami tidak mengarang atau memfabrikasi berita yang keliru,” tegasnya.

Menutup arahannya, Sudaryono berpesan kepada jajaran direksi untuk bertindak profesional tanpa melibatkan dirinya dalam urusan bisnis, sponsorship, maupun kebijakan redaksi. Ia berharap Garuda TV terus bertransformasi menjadi validator informasi (third-party validator) yang tepercaya di tengah derasnya arus disinformasi, dengan berpegang teguh pada nilai-nilai kepemimpinan yang berintegritas.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.