Harga BBM Surabaya Stabil, Diesel Tembus Rp25.420

oleh -46 Dilihat
oleh
Harga BBM Surabaya Stabil, Diesel Tembus Rp25.420
Harga BBM Surabaya Stabil, Diesel Tembus Rp25.420
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Harga bahan bakar minyak (BBM) di Surabaya pada Selasa (15/9/2026) masih menunjukkan perbedaan signifikan antara BBM subsidi dan nonsubsidi. Di tengah stabilnya harga Pertalite di angka Rp10.000 per liter, sejumlah produk diesel nonsubsidi tercatat menembus Rp25.420 per liter, menjadi salah satu harga tertinggi di pasar energi ritel saat ini.

Data harga yang berlaku di wilayah Surabaya menunjukkan bahwa BBM subsidi belum mengalami perubahan. Pertalite tetap dijual Rp10.000 per liter dan Biosolar subsidi berada di level Rp6.800 per liter. Sementara itu, beberapa produk nonsubsidi masih bertahan pada harga yang telah disesuaikan sejak awal September 2026.

Untuk produk Pertamina, Pertamax dipasarkan Rp15.950 per liter. Adapun Pertamax Green 95 dijual Rp19.150 per liter dan Pertamax Turbo mencapai Rp19.600 per liter. Pada segmen bahan bakar diesel, Dexlite dibanderol Rp23.700 per liter, sedangkan Pertamina Dex menyentuh Rp25.200 per liter.

Kondisi berbeda terlihat pada jaringan SPBU swasta. Harga diesel premium seperti BP Ultimate Diesel, Shell V-Power Diesel, dan Vivo Diesel Primus tercatat mencapai Rp25.420 per liter. Angka tersebut berada di atas harga diesel nonsubsidi milik Pertamina dan menjadi perhatian bagi pengguna kendaraan berbahan bakar solar yang memiliki mobilitas tinggi.

Kenaikan harga pada sejumlah BBM nonsubsidi sebelumnya telah diberlakukan sejak awal September 2026. Penyesuaian tersebut terutama terjadi pada Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex, seiring perubahan indikator keekonomian energi global dan biaya distribusi. Namun demikian, pemerintah dan badan usaha energi tetap mempertahankan harga BBM subsidi guna menjaga daya beli masyarakat.

Dari sudut pandang konsumen, perbedaan harga antarproduk memengaruhi pola konsumsi bahan bakar. Pengguna kendaraan pribadi maupun pelaku usaha transportasi dituntut lebih cermat dalam menentukan jenis BBM yang sesuai dengan kebutuhan kendaraan dan kemampuan operasional. Kenaikan pada segmen diesel nonsubsidi juga berpotensi berdampak terhadap biaya logistik, terutama bagi sektor usaha yang mengandalkan armada berbahan bakar solar.

Sementara itu, sejumlah produk bensin di beberapa SPBU swasta masih mengalami keterbatasan ketersediaan. Kondisi tersebut membuat sebagian konsumen memilih alternatif produk lain yang tersedia di pasaran. Meski demikian, pasokan BBM secara umum masih dinyatakan aman dan distribusi tetap berjalan normal.

Dengan demikian, harga BBM di Surabaya per 15 September 2026 menunjukkan bahwa Pertalite tetap bertahan di level Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter. Di sisi lain, BBM diesel nonsubsidi pada sejumlah SPBU swasta telah mencapai Rp25.420 per liter, menegaskan adanya kesenjangan harga yang cukup lebar antara energi subsidi dan nonsubsidi di tengah dinamika pasar energi nasional.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.