Gus Yahya Maju Lagi Pimpin PBNU

oleh -47 Dilihat
oleh
Gus-Yahya-Maju-Lagi-Pimpin-PBNU
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf melakukan silaturahmi ke PPBU Tambakberas Jombang, Minggu (12/7/2026)
banner 468x60

JOMBANG, Garudasatunews.id – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, menyatakan kembali maju sebagai calon Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang dijadwalkan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27-31 Agustus 2026. Keputusan tersebut disebut didasarkan pada keinginan menuntaskan sejumlah agenda kepemimpinan yang menurutnya belum terealisasi.

Dalam keterangannya saat menghadiri silaturahmi di PPBU Tambakberas, Minggu (12/7/2026), Gus Yahya menyampaikan bahwa pencalonan kembali bukan semata terkait kontestasi jabatan, melainkan sebagai upaya menyelesaikan komitmen yang pernah disampaikan ketika pertama kali memimpin PBNU.

Ia mengungkapkan, saat pertama kali mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PBNU, dirinya membawa sejumlah program dan janji organisasi. Namun, menurutnya, berbagai kondisi yang dihadapi selama masa kepemimpinan membuat sebagian agenda tersebut belum dapat dituntaskan sesuai target.

“Dulu saya maju sebagai Ketua Umum PBNU dengan janji-janji untuk melakukan sejumlah hal. Tapi karena keadaan, ada beberapa hal yang belum terlaksana. Seandainya dalam keadaan normal semua yang saya janjikan selesai sebelum muktamar,” ujar Gus Yahya.

Atas dasar itu, Gus Yahya menyatakan masih memiliki tanggung jawab moral untuk menyelesaikan amanah yang belum terpenuhi. Menurutnya, apabila kembali memperoleh mandat dari peserta muktamar, kesempatan tersebut akan digunakan untuk menuntaskan program-program yang belum rampung.

“Makanya saya minta waktu untuk melunasi hutang. Jika diberi waktu. Kalau tidak diberi waktu berarti hutang saya dianggap lunas sehingga tidak akan ditagih lagi di yaumul hisab,” katanya.

Selain menyampaikan alasan pencalonannya, Gus Yahya mengapresiasi keputusan penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU di PPBU Tambakberas Jombang. Ia menilai pesantren tersebut memiliki nilai historis bagi Nahdlatul Ulama karena merupakan tempat kelahiran salah seorang pendiri NU, Abdul Wahab Hasbullah.

“Saya sangat bahagia bahwa tercapai keputusan pelaksanaan Muktamar NU di Pesantren Tambakberas Jombang,” ujarnya.

Gus Yahya berharap pelaksanaan Muktamar ke-35 NU berlangsung lancar dan menghasilkan keputusan yang memberikan manfaat bagi organisasi, masyarakat, bangsa, serta kemanusiaan.

“Insyaallah harapan muktamar dinaungi berkah ulama dan muassis. Semoga menghasilkan keputusan yang membawa maslahat bagi jamiyah, bagi negara, dan bagi umat serta kemanusiaan,” tuturnya.

(Red-Garudasatunews)*

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.