Gunung Anak Krakatau Erupsi, Bhayangkara FC Pangkas Latihan Outdoor

oleh -28 Dilihat
oleh
Gunung Anak Krakatau Erupsi, Bhayangkara FC Pangkas Latihan Outdoor
Persebaya Surabaya melawan tuan rumah Bhayangkara Presisi Lampung FC dalam laga perdana Super League 2026/2027 di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Lampung, Sabtu (5/9/2026). Foto: Media Persebaya
banner 468x60

BANDAR LAMPUNG, Garudasatunews.id – Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak terhadap aktivitas Bhayangkara Presisi Lampung FC. Abu vulkanik yang menyebar hingga wilayah Bandar Lampung membuat tim tersebut menyesuaikan program latihan, terutama kegiatan di ruang terbuka, demi menjaga kesehatan pemain dan ofisial.

Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi pada Jumat (4/9/2026) malam. Dampak abu vulkanik masih terasa di sejumlah wilayah setelah erupsi, termasuk lingkungan yang menjadi lokasi aktivitas dan latihan Bhayangkara FC.

Pada Minggu (6/9/2026) pagi, kondisi memang dilaporkan mulai membaik. Abu vulkanik tidak lagi terlihat turun secara intens. Namun, sisa debu dan material vulkanik masih ditemukan di jalan maupun area lapangan latihan.

Dokter tim Bhayangkara FC, Khairi, menyebut kondisi tersebut belum sepenuhnya aman untuk mengabaikan risiko paparan abu vulkanik. Menurutnya, debu vulkanik berpotensi menimbulkan gangguan pada saluran pernapasan, iritasi mata hingga masalah pada kulit.

Karena itu, tim medis dan manajemen memberikan edukasi kepada pemain serta jajaran ofisial. Mereka diimbau menggunakan masker dan kacamata pelindung ketika harus beraktivitas di luar ruangan.

Kondisi ini kemudian berimbas langsung terhadap pola latihan. Tim pelatih tidak memaksakan seluruh program berlangsung di lapangan terbuka. Sebagian latihan dialihkan ke area gym dengan fokus pada mobilisasi dan menjaga kebugaran fisik pemain.

“Lumayan berisiko latihan di luar dalam kondisi seperti ini,” kata Khairi, sebagaimana diberitakan ILeague.

Setelah sesi di dalam ruangan, pemain tetap menjalani aktivitas di lapangan. Namun, porsinya dipangkas dan difokuskan pada recovery training, seperti jogging ringan serta gerakan sederhana dengan durasi yang tidak terlalu lama.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa persoalan erupsi tidak hanya berdampak pada masyarakat dan aktivitas transportasi, tetapi juga mulai memengaruhi kegiatan olahraga profesional. Bagi Bhayangkara FC, menjaga kebugaran pemain harus berjalan beriringan dengan mitigasi risiko kesehatan akibat kualitas lingkungan yang terdampak abu vulkanik.

Penyesuaian latihan juga menjadi penting karena Bhayangkara FC tengah menjalani kompetisi Super League 2026/2027. Tim tetap harus mempertahankan kondisi fisik dan mempersiapkan pertandingan, tetapi paparan abu vulkanik menjadi faktor yang tidak dapat diabaikan.

Dengan kondisi lingkungan yang belum sepenuhnya terbebas dari sisa debu vulkanik, pengurangan latihan outdoor menjadi langkah sementara untuk menekan risiko kesehatan tanpa menghentikan program persiapan tim.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.