PASURUAN, Garudasatunews.id – Bromo Marathon 2026 kembali digelar di kawasan Plataran Bromo, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Minggu (6/9/2026). Ajang lari internasional edisi ke-13 ini diikuti sekitar 3.000 pelari dari berbagai negara. Pemerintah Kabupaten Pasuruan berharap kegiatan tersebut semakin memperkuat sektor pariwisata sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat setempat.
Para peserta diberangkatkan Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori dari depan Plataran Bromo. Start kategori full marathon 42 kilometer dilakukan pukul 06.00 WIB, kemudian disusul kategori 21K, 10K, 5K dan kategori anak-anak.
Founder Bromo Marathon, Dedy Kurniawan, mengatakan penyelenggaraan tahun ini memiliki karakter berbeda dibandingkan edisi sebelumnya. Lintasan 42K diarahkan menjadi full trail run dengan medan tanah, bebatuan, akar pohon, lumpur hingga rumput, serta menghadirkan tanjakan dan turunan yang menuntut ketahanan fisik peserta.
Perubahan konsep tersebut juga tidak lepas dari upaya meningkatkan kelas Bromo Marathon di level nasional maupun internasional. Bromo Marathon 2026 tercatat memperoleh dukungan International Trail Running Association (ITRA) dan masuk indeks Ultra-Trail du Mont-Blanc (UTMB), sehingga hasil perlombaan memiliki nilai lebih bagi pelari yang mengejar rekam jejak trail running internasional.
Dari sisi promosi daerah, kehadiran ribuan peserta dan pendamping berpotensi memberikan dampak ekonomi terhadap sektor penginapan, transportasi, kuliner, perdagangan serta jasa wisata di kawasan Pasuruan. Pemerintah daerah pun melihat Bromo Marathon bukan semata agenda olahraga, tetapi sebagai bagian dari penguatan daya tarik wisata Kabupaten Pasuruan.
Namun, meningkatnya skala kegiatan juga menuntut penyelenggaraan yang semakin profesional. Karakter lintasan pegunungan membuat aspek keselamatan, kesiapan medis, pengelolaan jalur, hidrasi serta mitigasi kondisi alam menjadi bagian penting yang tidak dapat diabaikan. Situs resmi Bromo Marathon bahkan menetapkan sejumlah perlengkapan wajib bagi peserta, termasuk persediaan air minimal satu liter, telepon seluler, obat pribadi, jaket antiair dan peluit darurat.
Bromo Marathon 2026 sekaligus menunjukkan bahwa kawasan Bromo tidak hanya memiliki daya tarik panorama, tetapi mulai semakin kuat sebagai destinasi sport tourism. Pemerintah Kabupaten Pasuruan berharap momentum tersebut dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi daerah dan masyarakat, bukan berhenti sebagai kemeriahan satu hari.
Dengan jumlah peserta yang meningkat dan status kompetisi yang semakin diperhitungkan, tantangan berikutnya adalah memastikan pertumbuhan event berjalan seimbang dengan aspek keselamatan, kelestarian lingkungan dan manfaat ekonomi bagi warga sekitar kawasan Bromo.
(Red-Garudasatunews)












