Delapan Perguruan Silat, Forkopimca Puri Perkuat Kamtibmas

oleh -18 Dilihat
oleh
Delapan Perguruan Silat, Forkopimca Puri Perkuat Kamtibmas
Pertemuan Kapolsek Puri, AKP Agus Setiawan bersama Camat Puri dan delapan perguruan silat di ruang pertemuan Balai Desa Plososari, Kecamatan Puri. [Foto : ist]
banner 468x60

MOJOKERTO, Garudasatunews.id — Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) Puri, Kabupaten Mojokerto, memperkuat sinergi dengan delapan perguruan pencak silat untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus mencegah potensi konflik antarkelompok.

Penguatan komunikasi tersebut dilakukan melalui kegiatan Sabuk Kamtibmas yang digelar di Balai Desa Plososari, Kecamatan Puri, Minggu (6/9/2026). Kegiatan diikuti sekitar 100 peserta dari unsur pemerintah, TNI-Polri, Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), serta pengurus dan anggota perguruan pencak silat.

Delapan perguruan yang terlibat yakni PSHT, PSHW, Pagar Nusa, Tapak Suci, Asad, IKS PI Kera Sakti, Kelatnas Perisai Diri, dan Betako Merpati Putih. Kehadiran lintas perguruan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi bersama, khususnya untuk mengantisipasi gesekan yang berpotensi berkembang menjadi gangguan kamtibmas.

Kapolsek Puri AKP Agus Setiawan menyatakan situasi kamtibmas di wilayah Kecamatan Puri saat ini dalam kondisi aman dan kondusif. Namun, kondisi tersebut membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar potensi persoalan di lapangan dapat segera diredam.

Ia meminta perguruan pencak silat tidak hanya menjadi wadah pembinaan olahraga dan prestasi, tetapi juga mengambil peran dalam menjaga ketertiban lingkungan.

Pesan tersebut menjadi penting karena keberadaan organisasi pencak silat memiliki basis massa dan jaringan sosial yang cukup kuat di masyarakat. Karena itu, komunikasi antarpengurus dengan aparat keamanan dinilai menjadi salah satu instrumen pencegahan sebelum persoalan berkembang menjadi konflik terbuka.

Ketua IPSI Kecamatan Puri As’ad mengatakan kegiatan Sabuk Kamtibmas dilaksanakan secara rutin setiap tiga bulan dengan lokasi yang berpindah-pindah. Forum tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang komunikasi antarperguruan untuk menjaga kondusivitas wilayah.

Sementara Camat Puri Satrio Wahyu Utomo mengapresiasi kebersamaan delapan perguruan pencak silat. Ia berharap keberadaan organisasi tersebut mampu menjadi sarana pembinaan generasi muda sehingga energi dan aktivitas anak muda diarahkan pada kegiatan positif dan berprestasi.

Dari perspektif pencegahan konflik, pola komunikasi rutin seperti ini menjadi langkah strategis. Persoalan kecil yang tidak segera dikomunikasikan berpotensi membesar apabila melibatkan solidaritas kelompok. Karena itu, keterlibatan langsung pemerintah kecamatan, TNI-Polri, IPSI dan perguruan silat menjadi penting untuk memastikan setiap persoalan diselesaikan melalui komunikasi dan mekanisme yang tepat.

Kapolsek Puri juga menekankan pentingnya pelaporan cepat apabila muncul persoalan di lapangan. Koordinasi dengan kepolisian, camat maupun unsur Koramil diperlukan agar potensi gangguan keamanan dapat ditangani sedini mungkin.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi, tanya jawab, doa bersama, foto bersama dan ramah tamah. Seluruh rangkaian berlangsung tertib, lancar dan aman.

Penguatan sinergi ini sekaligus menunjukkan bahwa menjaga kamtibmas bukan semata tugas aparat. Perguruan pencak silat, pemerintah dan masyarakat memiliki ruang yang sama untuk membangun komunikasi, mencegah konflik serta memastikan aktivitas generasi muda tetap berada dalam jalur positif.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.