Karhutla Ijen Belum Padam, Helikopter Water Bombing Dikerahkan

oleh -15 Dilihat
oleh
Karhutla Ijen Belum Padam, Helikopter Water Bombing Dikerahkan
Karhutla di kawasan Taman Wisata Alam Kawah Ijen belum padam sejak Kamis (3/9/2026). BPBD Jatim menggeser helikopter water bombing dari Gunung Semeru ke Ijen untuk mempercepat pemadaman.
banner 468x60

BANYUWANGI, Garudasatunews.id — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur, belum sepenuhnya padam. Kondisi medan yang curam dan sulit dijangkau melalui jalur darat membuat upaya pemadaman diperkuat dengan pengerahan helikopter water bombing milik BPBD Jawa Timur.

Helikopter tiba di kawasan Paltuding Kawah Ijen pada Minggu (6/9/2026) pagi setelah pemerintah daerah mengajukan dukungan pemadaman udara. Operasi tersebut difokuskan untuk menjangkau titik api di kawasan yang sulit ditangani secara manual, terutama di sekitar jalur pendakian Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen.

Kondisi karhutla sebelumnya dilaporkan masih menyisakan puluhan titik api dengan tingkat intensitas bervariasi. Medan terjal serta vegetasi yang cukup tebal menjadi kendala utama bagi personel gabungan dalam melakukan pemadaman dari darat. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bahkan telah menetapkan status tanggap darurat karhutla TWA Kawah Ijen selama 14 hari, terhitung 4 hingga 17 September 2026.

Pengerahan helikopter menjadi langkah penting karena titik api berada di kawasan pegunungan yang tidak seluruhnya dapat dijangkau petugas. Operasi udara diprioritaskan di sekitar jalur pendakian yang memiliki nilai strategis sekaligus menjadi kawasan yang banyak dikunjungi wisatawan.

Namun, efektivitas pemadaman udara tetap menghadapi kendala cuaca. Kabut tebal dan kondisi angin membuat operasi water bombing pada Minggu hanya dapat dilakukan sebanyak dua kali. Artinya, pengerahan armada udara belum otomatis membuat seluruh titik api dapat segera dituntaskan.

Karhutla di kawasan Ijen pertama kali terdeteksi pada 2 September 2026 di kawasan hutan dan perkebunan Pasewaran, Kecamatan Kalipuro. Api kemudian merembet mendekati Pondok Bunder yang merupakan jalur pendakian menuju Kawah Ijen. Kondisi tersebut mendorong penutupan sementara kawasan TWA Kawah Ijen bagi wisatawan.

Dari sisi penanganan, situasi tersebut menunjukkan bahwa pemadaman karhutla di kawasan konservasi membutuhkan kombinasi strategi darat dan udara. Personel gabungan tetap melakukan pemantauan dan penanganan di lapangan, sementara helikopter diarahkan ke titik yang paling sulit dijangkau.

Bagi pemerintah daerah, tantangan berikutnya bukan hanya memadamkan api yang terlihat, tetapi memastikan tidak muncul kembali titik api baru. Vegetasi kering, kontur pegunungan dan perubahan cuaca dapat memperbesar risiko api kembali menyala apabila bara di dalam kawasan belum benar-benar terkendali.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi sebelumnya juga telah menyiapkan dukungan logistik berupa dapur umum untuk membantu kebutuhan petugas dan relawan selama proses penanganan berlangsung.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.