Gandrung Sewu 2026 Membludak, Pemkab Banyuwangi Evaluasi Kapasitas

oleh -23 Dilihat
oleh
Gandrung Sewu 2026 dalam Cahaya Biru
Gandrung Sewu 2026 dalam Cahaya Biru
banner 468x60

BANYUWANGI, Garudasatunews.id – Antusiasme masyarakat terhadap pergelaran Gandrung Sewu 2026 di Pantai Marina Boom, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, membludak hingga sekitar 20 ribu orang tercatat memasuki kawasan pertunjukan. Tingginya jumlah pengunjung membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi berencana melakukan evaluasi dan perbaikan penyelenggaraan festival budaya tersebut pada tahun mendatang.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang tidak dapat masuk ke arena atau menyaksikan pertunjukan secara langsung sesuai harapan. Ia mengakui tingginya antusiasme penonton belum sepenuhnya dapat ditampung oleh kapasitas lokasi.

Menurut informasi pengelola Pantai Marina Boom, PT Menara Maritim Indonesia, jumlah pengunjung yang masuk ke kawasan acara mencapai sekitar 20 ribu orang. Data tersebut menunjukkan besarnya daya tarik Gandrung Sewu sebagai agenda budaya tahunan sekaligus tantangan bagi penyelenggara dalam mengelola kerumunan.

Konsep Pertunjukan Malam Tarik Perhatian

Gandrung Sewu 2026 digelar pada Sabtu (24/10/2026) malam dengan konsep glow in the dark. Berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya yang berlangsung pada sore hari, pertunjukan tahun ini memadukan tari kolosal, tata cahaya, dan aksesori fosfor yang dikenakan para penari.

Sebanyak 1.300 penari Gandrung tampil dalam pergelaran tersebut. Konsep baru ini menjadi salah satu daya tarik yang mendorong masyarakat dari berbagai daerah datang ke Banyuwangi untuk menyaksikan langsung pertunjukan seni tradisional khas daerah tersebut.

Festival tahun ini mengusung tema “Kembang Dermo”, yang mengangkat nilai adat dan tradisi yang hidup di tengah masyarakat Banyuwangi. Penyelenggaraan malam hari menjadi upaya menghadirkan pengalaman visual berbeda tanpa meninggalkan identitas budaya lokal.

Fasilitas Penonton Belum Menampung Seluruh Pengunjung

Pemkab Banyuwangi menyebut panitia telah menyediakan 7.300 kursi, termasuk 1.300 kursi bagi orang tua atau wali para penari. Selain itu, layar LED dipasang di dua titik untuk membantu masyarakat menyaksikan pertunjukan dari luar area utama.

Namun, fasilitas tersebut belum mampu mengakomodasi seluruh pengunjung yang datang. Sebagian masyarakat tetap tidak dapat memasuki arena atau menikmati pertunjukan secara langsung sesuai harapan.

Kondisi ini menjadi catatan penting bagi penyelenggaraan festival berikutnya. Tingginya jumlah pengunjung perlu diimbangi dengan perencanaan kapasitas lokasi, pengaturan arus masuk dan keluar, serta strategi penyebaran penonton agar tidak terkonsentrasi di satu titik.

Aspek keselamatan dan kenyamanan juga perlu menjadi pertimbangan utama ketika penyelenggara menghadapi jumlah pengunjung yang melampaui perkiraan.

Pemkab Siapkan Evaluasi untuk Tahun Depan

Ipuk menyatakan pengalaman penyelenggaraan tahun ini dan masukan masyarakat akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kenyamanan penonton pada pelaksanaan berikutnya. Pemerintah daerah, kata dia, tetap harus memperhatikan kapasitas lokasi serta keselamatan seluruh pihak.

Membludaknya penonton sekaligus memperlihatkan besarnya potensi Gandrung Sewu dalam memperkuat promosi kebudayaan dan pariwisata Banyuwangi. Namun, keberhasilan sebuah festival tidak hanya diukur dari jumlah pengunjung dan kemegahan pertunjukan, melainkan juga dari kemampuan penyelenggara memberikan akses yang memadai, aman, dan nyaman bagi masyarakat.

Perbaikan tata kelola acara diharapkan dapat membuat Gandrung Sewu pada tahun mendatang semakin baik, tanpa mengurangi nilai budaya yang menjadi daya tarik utamanya.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.