Khofifah Minta 438.126 Murid Hadapi TKA dengan Percaya Diri

oleh -18 Dilihat
oleh
Khofifah Minta 438.126 Murid Hadapi TKA dengan Percaya Diri
Khofifah Minta 438.126 Murid Hadapi TKA dengan Percaya Diri
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengingatkan para murid yang akan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) agar tetap tenang, memohon doa restu orang tua, dan percaya diri dalam mengerjakan soal. Pesan tersebut ditujukan untuk membantu peserta mempersiapkan diri secara mental sekaligus menjalani asesmen dengan optimal.

Sebanyak 438.126 murid disebut dalam pemberitaan terkait pelaksanaan TKA tersebut. Namun, rincian jenjang pendidikan, persebaran peserta, serta jadwal pelaksanaan yang berkaitan dengan angka tersebut perlu merujuk pada keterangan resmi agar informasi yang disampaikan kepada publik tetap akurat.

Khofifah menekankan bahwa kesiapan menghadapi asesmen tidak hanya berkaitan dengan penguasaan materi pelajaran. Kondisi psikologis, ketenangan saat mengerjakan soal, serta dukungan keluarga juga menjadi bagian penting dalam membantu murid menjalani proses evaluasi akademik.

Doa Orang Tua dan Kesiapan Mental

Dukungan orang tua dinilai memiliki peran penting dalam membangun kepercayaan diri anak. Karena itu, murid diharapkan tidak hanya mempersiapkan diri melalui kegiatan belajar, tetapi juga menjaga ketenangan dan meminta doa restu keluarga sebelum mengikuti tes.

Pendekatan tersebut penting agar peserta didik tidak menghadapi TKA dengan tekanan berlebihan. Orang tua diharapkan memberikan motivasi yang positif, menghindari tuntutan yang tidak proporsional, serta membantu anak mempersiapkan diri sesuai kemampuannya.

Di sisi lain, murid perlu menjaga konsentrasi, memahami petunjuk pengerjaan, dan menjawab soal secara jujur. Hasil asesmen sebaiknya dipahami sebagai informasi mengenai capaian akademik, bukan sebagai alasan untuk memberikan stigma atau membanding-bandingkan kemampuan antaranak.

Pelaksanaan TKA Perlu Didukung Persiapan yang Matang

Selain kesiapan mental peserta, kelancaran TKA juga memerlukan dukungan satuan pendidikan. Kesiapan perangkat, ketersediaan listrik, kestabilan jaringan internet apabila tes dilaksanakan berbasis komputer, serta koordinasi petugas menjadi aspek yang perlu diperhatikan penyelenggara.

Persiapan teknis tersebut penting untuk mengurangi risiko gangguan yang berpotensi memengaruhi konsentrasi peserta. Sekolah juga perlu memastikan murid memperoleh informasi yang jelas mengenai jadwal, tata tertib, dan mekanisme pelaksanaan tes.

Penyelenggaraan asesmen yang baik tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga menjamin setiap peserta mendapatkan kesempatan mengikuti tes dalam kondisi yang layak dan tertib.

Evaluasi Akademik Harus Tetap Berpihak pada Murid

Pelaksanaan TKA juga menjadi momentum untuk memperhatikan kualitas proses pembelajaran. Informasi mengenai capaian akademik dapat membantu sekolah mengidentifikasi kebutuhan belajar peserta didik dan menyusun langkah perbaikan pendidikan.

Karena itu, hasil asesmen perlu ditafsirkan secara proporsional dengan mempertimbangkan konteks pembelajaran dan kebutuhan masing-masing murid. Dukungan keluarga, pendampingan guru, serta lingkungan sekolah yang kondusif tetap menjadi bagian penting dalam proses pendidikan.

Pesan Khofifah agar murid tetap tenang, memohon doa restu orang tua, dan percaya diri menegaskan pentingnya keseimbangan antara persiapan akademik dan kesiapan mental.

Catatan redaksi: Angka 438.126 peserta dan rincian pelaksanaan perlu dikonfirmasi melalui sumber resmi sebelum berita diterbitkan. Naskah ini tidak menambahkan kutipan langsung yang belum terverifikasi.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.