Enam Nyawa Sudah Melayang! Pelajar Sampang Masih Harus Bertaruh Nyawa Menyeberang Sungai Demi Belajar

oleh -58 Dilihat
oleh
banner 468x60

SAMPANG, Garudasatunews.id — Potret buram dunia pendidikan dan infrastruktur kembali mencuat di Kabupaten Sampang, Madura. Selama bertahun-tahun, para pelajar di Desa Talambeh, Kecamatan Karang Penang, terpaksa mempertaruhkan keselamatan mereka setiap hari dengan menyeberangi sungai tanpa fasilitas jembatan demi bisa menuntut ilmu.

 

​Ironisnya, ketika intensitas hujan tinggi dan debit air sungai meningkat, aktivitas belajar-mengajar terpaksa dihentikan. Siswa diliburkan demi menghindari risiko fatal terseret arus.

​Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Karang Penang, R. Dhahibur Rahman Bahmas, menyayangkan pembiaran yang berlangsung lama ini.

Menurutnya, belum ada tindakan konkret dari pemerintah desa maupun daerah untuk mengatasi persoalan mendasar tersebut.

​”Yang lebih memprihatinkan, jika air sungai naik tinggi, anak-anak terpaksa libur karena takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Dhahibur, Senin (1/6/2026).

 

​Jalur Maut yang Merenggut Enam Korban Jiwa :

​Akses sungai ini bukan sekadar menghambat pendidikan, melainkan telah menjadi jalur maut bagi warga setempat. Dhahibur mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa absennya infrastruktur penyeberangan yang layak di lokasi tersebut telah memakan korban jiwa.

​”Sudah ada enam korban jiwa yang meninggal dunia akibat terseret arus saat nekat melintasi sungai berbahaya itu,” ungkapnya.

 

​Melihat minimnya respons dari pemangku kebijakan daerah, Pimpinan Cabang Muhammadiyah akhirnya mengambil langkah taktis. Organisasi ini resmi mengalokasikan anggaran mandiri untuk membangun jembatan penghubung antardusun demi keselamatan warga dan para pelajar.

 

​Langkah nyata ini mendapat dukungan penuh di tingkat nasional. Beberapa hari lalu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Mendikdasmen RI), Prof. Dr. Abdul Mu’ti, hadir langsung untuk melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek pembangunan jembatan tersebut.

 

​”Jembatan ini sudah dianggarkan oleh Muhammadiyah, dan peletakan batu pertama dipimpin langsung oleh Mendikdasmen RI beberapa hari lalu,” pungkas Dhahibur.

 

​Pembangunan ini disambut haru dan penuh antusias oleh warga Desa Talambeh.

Masyarakat berharap, kehadiran jembatan ini dapat mengakhiri kecemasan bertahun-tahun dan menjadi fasilitas yang aman guna menunjang masa depan pendidikan anak-anak mereka.(adc)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.