EKOTAP, Inovasi Es Kopi Tape yang Angkat Cita Rasa Bondowoso

oleh -39 Dilihat
oleh
EKOTAP, Inovasi Es Kopi Tape yang Angkat Cita Rasa Bondowoso
Ahmad Sofyan, inovator Ekotap sekaligus pemilik Topeng Konah Coffee and Roastery di Desa Kalitapen, Kecamatan Tapen, Bondowoso.
banner 468x60

BONDOWOSO, Garudasatunews.id – Inovasi kuliner berbasis potensi lokal menghadirkan EKOTAP, minuman es kopi tape yang memadukan kopi khas Bondowoso dengan tape singkong tradisional. Kreasi ini menjadi upaya memperkenalkan kekayaan cita rasa daerah melalui sajian modern yang menarik perhatian pencinta kopi.

EKOTAP dikembangkan oleh komunitas Barista Class Bondowoso sebagai bentuk kreativitas dalam mengolah dua produk yang identik dengan daerah tersebut, yakni kopi dan tape. Perpaduan keduanya menawarkan karakter rasa pahit, manis, sedikit asam, serta tekstur creamy yang berbeda dari sajian kopi pada umumnya.

Kehadiran minuman ini turut memperlihatkan peluang pengembangan produk kuliner lokal agar semakin dikenal masyarakat, khususnya generasi muda.

Perpaduan Dua Identitas Kuliner Bondowoso

Kopi telah menjadi salah satu komoditas unggulan Bondowoso, yang dikenal dengan identitas Bondowoso Republik Kopi (BRK). Sementara itu, tape singkong merupakan produk tradisional yang lekat dengan identitas daerah dan telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Kabupaten Bondowoso pada 2025.

Melalui EKOTAP, kedua produk tersebut dipadukan menjadi minuman kekinian tanpa meninggalkan ciri khas bahan lokal. Inovasi ini sekaligus membuka ruang bagi pelaku kuliner untuk mengembangkan produk tradisional dalam bentuk yang lebih modern.

Koordinator Barista Class Bondowoso, Om Seon Oner, menjelaskan bahwa kreasi tersebut memiliki filosofi pelestarian budaya lokal. Kopi dan tape tidak hanya dipertemukan dari sisi rasa, tetapi juga menjadi representasi potensi daerah yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah.

Menarik Perhatian Pengunjung Festival Muharram

EKOTAP diperkenalkan kepada masyarakat melalui rangkaian Bazar UMKM Festival Muharram 2026 di Bondowoso. Minuman ini menjadi salah satu sajian yang menarik perhatian pengunjung di stan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Komunitas Barista Class Bondowoso, yang dikoordinasikan melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Bondowoso, menghadirkan beragam tema olahan kopi selama kegiatan tersebut.

Respons pengunjung dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum, pelajar hingga pejabat daerah, menunjukkan adanya ketertarikan terhadap inovasi minuman berbahan lokal.

Perpaduan karakter pahit kopi dengan rasa manis dan asam tape menjadi daya tarik utama EKOTAP. Teksturnya yang creamy juga memberikan pengalaman berbeda bagi penikmat kopi yang ingin mencoba variasi baru.

Peluang Pengembangan Produk Lokal

Inovasi EKOTAP memperlihatkan bahwa potensi kuliner tradisional dapat dikembangkan melalui kreativitas dan strategi pengenalan produk yang tepat. Penggabungan kopi dan tape berpeluang memperluas pilihan produk kuliner sekaligus memperkuat identitas Bondowoso sebagai daerah penghasil kopi dan tape.

Meski demikian, keberlanjutan inovasi semacam ini juga bergantung pada konsistensi kualitas rasa, pemilihan bahan baku, kebersihan proses pengolahan, serta kemampuan pelaku usaha menjangkau pasar yang lebih luas.

Pengembangan pemasaran, kemasan, dan distribusi dapat menjadi langkah lanjutan agar produk tidak hanya dikenal selama festival, tetapi juga memiliki peluang untuk bertahan sebagai bagian dari usaha kuliner lokal.

EKOTAP menjadi contoh bagaimana kekayaan bahan pangan daerah dapat diolah menjadi sajian yang relevan dengan selera masa kini. Inovasi tersebut sekaligus menegaskan pentingnya kreativitas dalam menjaga tradisi agar tetap dikenal dan diminati lintas generasi.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.