MOJOKERTO, Garudasatunews.id – Memasuki tahun kedua penyelenggaraannya, kegiatan Spogomi di Kota Mojokerto, Jawa Timur, kembali mengajak masyarakat membangun kepedulian terhadap lingkungan melalui cara kreatif, yakni memadukan olahraga dengan aksi memungut dan memilah sampah. Kegiatan yang digelar pada Minggu (18/10/2026) ini diikuti 150 peserta dengan titik awal dan akhir di Alun-Alun Kota Mojokerto.
Spogomi merupakan olahraga yang berasal dari Jepang, menggabungkan aktivitas berjalan kaki, mengumpulkan sampah, dan kompetisi antarkelompok. Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Mojokerto berupaya mendorong perubahan perilaku masyarakat agar kepedulian terhadap kebersihan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi kebiasaan sehari-hari.
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, yang akrab disapa Ning Ita, berharap kegiatan tersebut dapat memotivasi masyarakat untuk lebih aktif mengumpulkan sekaligus memilah sampah, khususnya di kawasan publik yang ramai dikunjungi warga.
Menurutnya, kegiatan Spogomi juga menjadi sarana edukasi langsung bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan melalui tindakan nyata.
Susuri Sejumlah Jalan Protokol
Dalam pelaksanaannya, peserta menyusuri sejumlah ruas jalan di Kota Mojokerto, mulai dari Alun-Alun Kota Mojokerto, Jalan KH Hasyim Asy’ari, Jalan Mojopahit, Jalan Hayam Wuruk, Jalan Letkol Sumarjo, hingga Jalan Ahmad Yani sebelum kembali ke titik akhir.
Setiap kelompok dibekali kantong plastik untuk menampung sampah dan sarung tangan guna mendukung kegiatan pengumpulan sampah sepanjang rute. Peserta kemudian berkompetisi berdasarkan hasil pengumpulan sampah yang diperoleh.
Kegiatan ini tidak hanya mengedepankan unsur kompetisi, tetapi juga menyampaikan pesan bahwa kebersihan lingkungan membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat. Namun, keberhasilan gerakan semacam ini pada akhirnya perlu dilihat dari keberlanjutan kebiasaan memilah sampah setelah kegiatan selesai.
Kolaborasi Pengelolaan Sampah
Pelaksanaan Spogomi turut didukung Rekosistem, mitra Pemerintah Kota Mojokerto dalam pengelolaan sampah sejak 2024. Kerja sama tersebut telah memasuki tahun ketiga, termasuk dalam pengolahan sampah melalui TPS Kita Mojokerto.
Kolaborasi antara pemerintah, mitra pengelola, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat edukasi sekaligus meningkatkan partisipasi warga dalam pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab.
Tantangan berikutnya adalah memastikan sampah yang terkumpul dapat dikelola sesuai jenisnya dan tidak sekadar berpindah tempat. Pemilahan sejak awal menjadi salah satu langkah penting agar sampah yang masih memiliki nilai guna dapat dimanfaatkan kembali, sedangkan residu ditangani melalui sistem pengelolaan yang tepat.
Pemenang Spogomi Mendapat Hadiah
Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan hadiah kepada kelompok dengan hasil pengumpulan sampah terbaik. Juara pertama diraih Singapilar Sosial dengan hadiah Rp2 juta, disusul Aeon sebagai juara kedua dengan hadiah Rp1,5 juta, serta Cetar 1 di posisi ketiga dengan hadiah Rp1 juta.
Panitia juga menyediakan satu unit sepeda gunung sebagai hadiah utama serta puluhan doorprize bagi peserta.
Pemerintah Kota Mojokerto berharap penyelenggaraan Spogomi dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak masyarakat pada tahun berikutnya. Peningkatan jumlah peserta diharapkan sejalan dengan tumbuhnya kesadaran warga untuk menjaga kebersihan lingkungan.
Pada akhirnya, keberhasilan gerakan peduli lingkungan tidak hanya ditentukan oleh jumlah peserta atau sampah yang terkumpul dalam perlombaan, melainkan juga oleh konsistensi masyarakat dalam memilah sampah dari rumah, menjaga ruang publik, dan mendukung pengelolaan sampah secara berkelanjutan.
(Red-Garudasatunews)














