Kirab Api Abadi HJB ke-349 Bojonegoro Diharapkan Bawa Kemakmuran

oleh -17 Dilihat
oleh
Kirab Api Abadi HJB ke-349 Bojonegoro Diharapkan Bawa Kemakmuran
Pengambilan Api Abadi dari kayangan api sebelum di semayamkan di Pendopo Pemkab Bojonegoro (foto:ist)
banner 468x60

BOJONEGORO, Garudasatunews.id – Kirab Api Abadi Kayangan Api menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-349 tahun 2026. Tradisi budaya yang bersumber dari kawasan Kayangan Api, Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, tersebut mengusung harapan agar momentum hari jadi daerah membawa manfaat bagi masyarakat dan mendorong peningkatan kesejahteraan.

Pelaksanaan kirab tahun ini menggunakan konsep rute berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Api Abadi tidak langsung dibawa menuju Pendopo Malowopati Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, tetapi terlebih dahulu singgah di sejumlah wilayah kecamatan agar rangkaian peringatan HJB dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pemberitaan terkait, prosesi pengambilan Api Abadi dilaksanakan pada Sabtu (17/10/2026). Rombongan bergerak dari kawasan Kayangan Api menuju Kecamatan Kalitidu, sebelum perjalanan dilanjutkan melalui Kecamatan Trucuk dan berakhir di Pendopo Malowopati.

Tradisi Budaya dan Identitas Daerah

Kirab Api Abadi bukan sekadar prosesi seremonial. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mempertahankan tradisi lokal sekaligus memperkenalkan warisan budaya Bojonegoro kepada generasi muda.

Rangkaian pengambilan api melibatkan unsur adat dan kesenian tradisional. Prosesi tersebut memperlihatkan keterkaitan antara nilai sejarah, kebudayaan, dan partisipasi masyarakat dalam peringatan hari jadi kabupaten.

Perubahan rute kirab juga membuka kesempatan bagi warga di wilayah yang dilalui untuk menyaksikan secara langsung tradisi tersebut. Dengan demikian, perayaan HJB tidak hanya terpusat di kawasan pemerintahan, tetapi juga menjangkau masyarakat di tingkat kecamatan.

Harapan Kemakmuran Menjadi Tantangan

Camat Ngasem, Kasmari, berharap peringatan HJB ke-349 menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro untuk terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Harapan tersebut menjadi pengingat bahwa perayaan hari jadi daerah idealnya tidak berhenti pada kemeriahan acara dan pelestarian tradisi. Momentum ini juga dapat menjadi ruang evaluasi terhadap pelaksanaan pembangunan, peningkatan pelayanan publik, serta pemerataan manfaat pembangunan bagi warga.

Kirab Api Abadi diharapkan memperkuat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga identitas daerah sekaligus mendorong kemajuan Bojonegoro.

Pelestarian Budaya Perlu Berkelanjutan

Perluasan jangkauan kirab menjadi salah satu cara mendekatkan agenda kebudayaan kepada masyarakat. Namun, keberlanjutan pelestarian budaya juga membutuhkan dukungan lintas sektor, termasuk edukasi kepada generasi muda dan keterlibatan masyarakat setempat.

Di sisi lain, harapan agar Bojonegoro semakin makmur perlu diikuti langkah pembangunan yang memberikan dampak nyata. Keberhasilan peringatan HJB tidak hanya dapat dilihat dari kelancaran prosesi, tetapi juga dari manfaat sosial, budaya, dan ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat.

Melalui peringatan HJB ke-349, Kirab Api Abadi Kayangan Api diharapkan tetap menjadi simbol identitas dan kebanggaan masyarakat Bojonegoro, sekaligus pengingat pentingnya mewujudkan pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan bersama.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.