DPRD Jatim Soroti Peran Strategis KBS

oleh -42 Dilihat
oleh
DPRD Jatim Soroti Peran Strategis KBS
DPRD Jatim Soroti Peran Strategis KBS
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso, menegaskan Kebun Binatang Surabaya (KBS) memiliki peran strategis tidak hanya sebagai kawasan konservasi satwa dan destinasi wisata edukasi, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter generasi muda serta penggerak ekonomi daerah.

Pernyataan tersebut disampaikan Cahyo saat melakukan kunjungan ke KBS pada Minggu (2/8/2026). Ia mengapresiasi komitmen manajemen KBS dalam menjaga kelestarian satwa sekaligus menyediakan ruang rekreasi dan edukasi bagi masyarakat.

Menurut Cahyo, keberadaan KBS menjadi salah satu instrumen penting dalam membangun pendidikan karakter anak melalui pendekatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ia menilai kawasan konservasi dapat menjadi media pembelajaran yang efektif untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan, nilai kemanusiaan, dan kesadaran menjaga kelestarian alam sejak usia dini.

“Anak-anak kita tidak boleh hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki rasa mencintai alam dan sesama. Kebun Binatang Surabaya dapat menjadi wahana pembentukan karakter bagi para pengunjung, khususnya anak-anak,” ujar Cahyo.

Ia menambahkan, wisata edukasi berbasis konservasi memberikan pengalaman belajar yang lebih nyata bagi generasi muda. Melalui interaksi langsung dengan lingkungan dan satwa, pengunjung dapat memahami pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem sebagai tanggung jawab bersama.

“Melalui wisata edukasi seperti ini, anak-anak belajar menghargai kehidupan, mencintai lingkungan, dan memahami pentingnya menjaga kelestarian alam,” katanya.

Dari sisi ekonomi, legislator asal Daerah Pemilihan Jatim 1 Surabaya itu menilai KBS memiliki potensi besar untuk terus berkembang sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Pengembangan berbagai sektor pendukung dinilai dapat berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang selanjutnya dapat digunakan untuk memperkuat fasilitas, layanan, dan infrastruktur kawasan wisata.

Menurut Cahyo, peningkatan kualitas layanan dan sarana pendukung akan memperkuat daya saing KBS sebagai destinasi wisata unggulan yang mampu menarik wisatawan dari Surabaya, Jawa Timur, hingga mancanegara.

“Ketika potensi yang dimiliki terus dikembangkan dan PAD meningkat, kualitas infrastruktur KBS juga akan semakin baik. KBS akan semakin menarik bagi wisatawan dari berbagai daerah,” ujarnya.

Selain fungsi edukasi dan konservasi, Cahyo juga menyoroti peluang pengembangan ruang kreatif di dalam kawasan KBS. Ia melihat adanya potensi pemanfaatan area tertentu sebagai ruang kolaborasi bagi generasi muda, termasuk konsep co-working space yang dapat mendukung aktivitas belajar, diskusi, hingga pengembangan karya kreatif.

Menurutnya, keberadaan ruang kreatif tersebut dapat memperpanjang durasi kunjungan wisatawan sekaligus menghadirkan nilai tambah bagi kawasan wisata.

“Saya melihat KBS memiliki ruang yang sangat potensial untuk menghadirkan co-working space bagi anak-anak muda. Mereka bisa belajar, berdiskusi, berkarya, bahkan membangun kolaborasi di kawasan yang nyaman sekaligus dekat dengan ruang terbuka hijau,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Cahyo juga mengemukakan gagasan pengembangan kawasan kuliner berbasis kolaborasi dengan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disnaker) Surabaya. Salah satu konsep yang diusulkan adalah menghadirkan kedai kopi yang tidak hanya mendukung sektor pariwisata, tetapi juga membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal.

Ia menilai sinergi antara sektor wisata, pendidikan, dan ekonomi dapat memperkuat kontribusi KBS terhadap pembangunan daerah. Dengan meningkatnya aktivitas ekonomi di kawasan tersebut, dampaknya diyakini akan turut dirasakan oleh masyarakat dan pelaku usaha di Surabaya.

“Mungkin ke depan bisa dipikirkan menghadirkan coffee shop yang berkolaborasi dengan Disnaker sehingga dapat menyerap tenaga kerja lokal Surabaya. Dengan begitu, KBS tidak hanya menjadi tempat wisata dan edukasi, tetapi juga menghadirkan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Kalau aktivitas ekonomi di kawasan ini semakin hidup, tentu perputaran ekonomi di Surabaya juga akan semakin terasa,” pungkasnya.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.