DLH Mojokerto Bersihkan 500 Meter Sungai Sadar Cegah Banjir

oleh -29 Dilihat
oleh
DLH Mojokerto Bersihkan 500 Meter Sungai Sadar Cegah Banjir
Bersih-bersih sampah dan eceng gondok di aliran Sungai Sadar, Desa Gebangmalang, Kecamatan Mojoanyar. [Foto : ist]
banner 468x60

MOJOKERTO, Garudasatunews.id – Upaya mengantisipasi banjir di wilayah Mojokerto menjadi perhatian dalam penanganan aliran Sungai Sadar. Pembersihan sungai merupakan salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko penyumbatan aliran air akibat sampah, ranting, dan material lain yang berpotensi menghambat debit sungai, terutama saat curah hujan meningkat.

Langkah tersebut menjadi bagian dari pentingnya pemeliharaan daerah aliran sungai secara berkala. Sungai yang tidak terawat dan mengalami penyumbatan dapat meningkatkan risiko luapan air hingga mengancam permukiman warga di kawasan rawan banjir.

Pembersihan Sungai dan Mitigasi Banjir

Penanganan aliran Sungai Sadar perlu dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya ketika ancaman banjir mulai meningkat. Pembersihan material yang menghambat aliran air menjadi salah satu upaya untuk menjaga fungsi sungai dan mengurangi potensi genangan.

Sejumlah kejadian banjir di wilayah Kabupaten Mojokerto sebelumnya juga memperlihatkan pentingnya penanganan infrastruktur sungai. Selain sumbatan sampah, kerusakan tanggul dan tingginya debit air dapat menjadi faktor yang memperbesar risiko banjir.

Karena itu, upaya pencegahan perlu disertai pemantauan kondisi sungai, pemeriksaan titik rawan, serta koordinasi antarlembaga terkait sesuai kewenangannya.

Perlu Pemeliharaan Berkelanjutan

Pembersihan sungai merupakan langkah awal mitigasi. Efektivitasnya perlu didukung pemeliharaan rutin, penanganan titik rawan, dan partisipasi masyarakat untuk tidak membuang sampah ke aliran sungai.

Pemerintah daerah dan instansi teknis juga perlu memastikan bahwa titik-titik yang berpotensi mengalami penyumbatan maupun kerusakan tanggul mendapatkan perhatian sesuai tingkat risikonya.

Di sisi lain, keterbukaan informasi mengenai lokasi pekerjaan, panjang aliran yang dibersihkan, penggunaan anggaran apabila ada, serta hasil kegiatan penting untuk memberikan gambaran yang jelas kepada masyarakat mengenai upaya pengurangan risiko banjir.

Kesadaran Masyarakat Menjadi Faktor Penting

Pencegahan banjir tidak cukup mengandalkan kegiatan pembersihan yang dilakukan pemerintah. Perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan turut menentukan kondisi aliran sungai dalam jangka panjang.

Masyarakat di sekitar daerah aliran sungai diharapkan ikut menjaga kebersihan bantaran dan melaporkan apabila ditemukan sumbatan atau kerusakan yang berpotensi membahayakan lingkungan.

Dengan pemeliharaan yang konsisten, koordinasi lintas instansi, serta keterlibatan masyarakat, risiko banjir di kawasan sekitar Sungai Sadar diharapkan dapat ditekan.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.