Dahnil Minta Pemda Hentikan Seremoni Penyambutan Haji

oleh -33 Dilihat
oleh
Dahnil Minta Pemda Hentikan Seremoni Penyambutan Haji
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, saat memberikan keterangan pers di Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah, Rabu (3/6/2026).
banner 468x60

MAKKAH, Garudasatunews.id – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak meminta seluruh pemerintah daerah (Pemda), baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, menghentikan kegiatan seremonial yang berlebihan saat menyambut kepulangan jemaah haji di Tanah Air.

Imbauan tersebut disampaikan untuk memastikan jemaah haji dapat segera kembali ke rumah masing-masing setelah menjalani rangkaian ibadah haji yang panjang dan melelahkan, tanpa harus mengikuti agenda penyambutan yang memakan waktu.

Menurut Dahnil, kondisi fisik jemaah, khususnya setelah menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), menjadi perhatian utama pemerintah. Karena itu, proses kepulangan jemaah diharapkan berlangsung cepat dan efisien.

“Mohon dipahami oleh para pejabat di daerah agar tidak terlalu banyak acara-acara seremonial karena jamaah haji kita itu sudah cukup letih, sudah cukup capek agar kemudian bisa dipercepat untuk kembali ke kediamannya masing-masing,” kata Dahnil saat memberikan keterangan pers di Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah, Arab Saudi, Rabu (3/6/2026).

Kementerian Haji dan Umrah juga meminta pemerintah daerah untuk mengedepankan empati terhadap kondisi jemaah, terutama kelompok lanjut usia yang membutuhkan waktu istirahat setelah perjalanan panjang dari Arab Saudi menuju Indonesia.

Untuk mendukung percepatan proses kedatangan, Kemenhaj bersama Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan telah menerapkan sistem identifikasi wajah (face recognition) di sejumlah bandara internasional yang menjadi pintu masuk jemaah haji.

Melalui sistem tersebut, proses pemeriksaan identitas dilakukan secara digital sehingga jemaah tidak perlu lagi mengantre untuk pemeriksaan paspor secara manual.

“Jadi di gate itu langsung dikenali wajahnya, tidak ada pemeriksaan-pemeriksaan lagi, langsung menuju bis dan bisa langsung kembali ke debarkasi di asrama haji, kemudian kembali ke rumahnya masing-masing,” ujar Dahnil.

Selain meminta kepala daerah mengurangi seremoni penyambutan, Kemenhaj juga menginstruksikan seluruh Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah di daerah agar tidak menyelenggarakan acara formal yang berpotensi memperlambat proses pemulangan jemaah.

“Jadi kami mohon dengan sangat agar tidak ada lagi acara-acara seremonial yang berlebihan, yang memakan waktu dan menyita energi para jemaah haji,” tegasnya.

Meski demikian, Dahnil tetap menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang selama ini memberikan dukungan dalam penyelenggaraan ibadah haji, mulai dari penyediaan transportasi, fasilitas pendukung, hingga pengamanan proses keberangkatan dan pemulangan jemaah.

Menurutnya, dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam kelancaran operasional pelayanan dan perlindungan jemaah haji Indonesia selama musim haji 1447 Hijriah.

(Red-Garudasatunews) 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.