Gelar BPBD Jatim Diawali Pelepasan 500 Tukik

oleh -12 Dilihat
oleh
Gelar BPBD Jatim Diawali Pelepasan 500 Tukiik
Gelar BPBD Jatim Diawali Pelepasan 500 Tukiik
banner 468x60

PACITAN, Garudasatunews.id – Gelar peralatan kebencanaan yang diselenggarakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur di Pantai Pancer Door, Kabupaten Pacitan, Selasa (21/7/2026), diawali dengan aksi pelestarian lingkungan melalui pelepasan 500 ekor tukik (anak penyu) dan seekor penyu dewasa ke habitat alaminya di laut.

Kegiatan tersebut diikuti ratusan personel BPBD dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur bersama jajaran pejabat kebencanaan. Seluruh peserta berbaris di sepanjang bibir pantai untuk melepas tukik secara serentak sebagai simbol komitmen menjaga kelestarian ekosistem pesisir sekaligus memperkuat kesadaran mitigasi bencana berbasis lingkungan.

Pengelola Komunitas Sahabat Penyu Pacitan, Cuboh Hambers, menjelaskan sebanyak 500 tukik yang dilepas merupakan hasil penetasan konservasi yang telah memenuhi tahapan untuk dikembalikan ke alam. Selain itu, satu ekor penyu dewasa juga dilepas setelah menjalani masa perawatan hingga dinyatakan pulih.

“Hari ini kami bersama BPBD Jawa Timur melepaskan sekitar 500 ekor tukik. Kami juga melepas satu penyu dewasa yang sebelumnya menjalani perawatan dan kini kondisinya telah pulih sehingga layak kembali ke habitatnya,” ujar Cuboh.

Ia menerangkan, proses pelepasan dilakukan dari atas hamparan pasir, bukan langsung ke laut. Menurutnya, metode tersebut merupakan bagian dari proses alami yang memiliki fungsi penting bagi siklus hidup penyu.

Cuboh menjelaskan, perjalanan tukik menuju laut melalui pasir diyakini membantu pembentukan memori magnetik bumi yang berperan sebagai penanda navigasi alami. Mekanisme tersebut dipercaya memungkinkan penyu kembali ke pantai tempat asalnya ketika memasuki masa bertelur. Selain itu, proses merayap di atas pasir juga membantu memperkuat sirip sebelum menghadapi arus laut.

“Secara alami tukik memang harus berjalan di pasir sebelum masuk ke laut. Selain membantu merekam orientasi magnetik bumi, proses tersebut juga melatih kekuatan sirip agar lebih siap menghadapi kondisi di lautan,” jelasnya.

Menurut Cuboh, pelestarian penyu memiliki keterkaitan erat dengan upaya mitigasi bencana, khususnya di kawasan pesisir. Ia menilai ancaman terhadap ekosistem, termasuk menurunnya populasi penyu, merupakan bagian dari persoalan lingkungan yang perlu mendapat perhatian bersama.

“Mitigasi bencana tidak hanya berkaitan dengan banjir, gempa bumi, longsor, atau tsunami. Menjaga kelestarian ekosistem pesisir juga menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko bencana ekologis,” katanya.

Kabupaten Pacitan merupakan salah satu wilayah di Jawa Timur yang memiliki potensi berbagai jenis bencana, mulai dari banjir, tanah longsor, kebakaran hutan dan lahan, gempa bumi, hingga tsunami. Karena itu, upaya konservasi kawasan pesisir dinilai menjadi salah satu langkah strategis untuk mendukung pengurangan risiko bencana secara berkelanjutan melalui pendekatan pelestarian lingkungan.

Kegiatan pelepasan tukik dan penyu dewasa tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa penguatan kesiapsiagaan bencana tidak hanya dilakukan melalui kesiapan personel dan peralatan, tetapi juga dengan menjaga keseimbangan ekosistem sebagai bagian dari ketahanan lingkungan jangka panjang.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.