BI Kediri Dorong UMKM Mataraman Tembus Pasar Global

oleh -19 Dilihat
oleh
BI Kediri Dorong UMKM Mataraman Tembus Pasar Global
BI Kediri mendorong UMKM Mataraman meningkatkan kapasitas dan daya saing hingga mampu menembus pasar global.
banner 468x60

KEDIRI, Garudasatunews.id – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kediri terus mendorong UMKM Mataraman naik kelas melalui penguatan kapasitas usaha, digitalisasi, perluasan akses pasar, pembiayaan, hingga fasilitasi ekspor. Sepanjang rangkaian Road to Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026, BI Kediri telah memfasilitasi business matching ekspor komoditas gula aren, kopi, dan kerajinan senilai Rp4,078 miliar.

Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi memperluas pasar produk unggulan daerah ke tingkat nasional maupun global. Selain business matching ekspor, BI Kediri juga mencatat fasilitasi business matching pembiayaan senilai Rp7,69 miliar untuk mendukung pengembangan kapasitas usaha UMKM.

Pembinaan menyasar berbagai sektor unggulan Mataraman, mulai kopi, pangan olahan, perikanan, gula aren, wastra hingga kerajinan. BI menempatkan peningkatan kualitas produk, kapasitas produksi dan kemampuan menjangkau pasar sebagai kunci agar UMKM tidak berhenti pada pasar lokal.

Sebelumnya, BI Kediri menggelar Karya Kreatif Mataraman (KKM) x Digital Mataraman Festival (DIGIMAFest) 2026 pada 26-28 Juni 2026 di Taman Hijau Simpang Lima Gumul, Kabupaten Kediri. Kegiatan tersebut diikuti 71 UMKM dari 13 kabupaten/kota dengan nilai transaksi penjualan daring dan luring lebih dari Rp500 juta.

Pada rangkaian KKI 2026, sejumlah UMKM Mataraman juga mendapat kesempatan menjajaki calon mitra bisnis. Di antaranya Koperasi Kencana Mulya Sejahtera untuk produk kopi, PT RV Eternal Indotrading untuk produk kerajinan, Gula Aren Temon, serta CV Nawasena Pangan Kreatif atau Mugo yang memasarkan tepung premiks bebas gluten.

Kegiatan business matching menjadi salah satu instrumen untuk mempertemukan pelaku UMKM dengan calon pembeli maupun mitra usaha. Namun, nilai transaksi yang difasilitasi tidak otomatis berarti seluruhnya telah menjadi realisasi penjualan atau kontrak ekspor. Tahap penjajakan dan keberlanjutan kerja sama tetap menjadi bagian penting yang menentukan dampak ekonominya.

Kepala Perwakilan BI Kediri Yayat Cadarajat menekankan pentingnya inovasi digital dan penguatan pasar ekspor bagi UMKM unggulan, terutama sektor kain tradisional, kerajinan, kopi dan pangan olahan. Produk tersebut dinilai memiliki potensi bersaing di pasar global sekaligus membawa kekuatan budaya lokal.

Sebanyak 11 UMKM Mataraman kemudian berpartisipasi dalam KKI 2026, baik secara daring maupun luring. Produk yang dibawa mencakup kopi, batik, kerajinan, tas hingga pangan olahan dari sejumlah daerah di wilayah Mataraman.

BI Kediri menyatakan seluruh rangkaian program tersebut diarahkan untuk memperkuat ekosistem UMKM di 13 kabupaten/kota wilayah kerjanya agar semakin produktif, mandiri, inklusif dan mampu menembus pasar global. Tantangan berikutnya adalah memastikan fasilitasi tersebut berujung pada peningkatan produksi, kontrak dagang dan ekspor yang berkelanjutan.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.