Banjir Rob Ancam Pesisir Jatim hingga 15 Agustus

oleh -61 Dilihat
oleh
Banjir Rob Ancam Pesisir Jatim hingga 15 Agustus
lustrasi Penampakan Banjir Rob di Wilayah Pesisir Surabaya
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Potensi banjir rob mengancam sejumlah wilayah pesisir Jawa Timur hingga 15 Agustus 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim menyebut fenomena tersebut dipicu fase bulan perigee dan bulan purnama yang berpotensi meningkatkan ketinggian maksimum air laut.

Wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan meliputi pesisir timur Surabaya, termasuk Sidoarjo, Pasuruan, dan Probolinggo. Potensi banjir rob di kawasan tersebut diperkirakan berlangsung pada 11-13 Agustus 2026. Sementara pesisir Pelabuhan Surabaya berpotensi terdampak pada 10-13 Agustus, sedangkan pesisir Banyuwangi diperkirakan menghadapi ancaman pada 11-15 Agustus 2026.

Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya, Sutarno, mengatakan pasang air laut berpotensi terjadi pada pagi hingga siang hari. Ketinggian pasang surut selama periode Agustus 2026 diperkirakan berkisar 130 sentimeter.

“Banjir rob berpotensi terjadi pukul 09.00-12.00 WIB,” kata Sutarno, Kamis (6/8/2026).

Ancaman tersebut tidak sekadar persoalan genangan. Kawasan pesisir merupakan ruang aktivitas ekonomi yang bersinggungan langsung dengan pelabuhan, transportasi, permukiman, serta kegiatan masyarakat. Jika pasang maksimum terjadi bersamaan dengan kondisi lingkungan yang tidak mampu menahan limpasan, aktivitas warga dan distribusi barang berpotensi terganggu.

BMKG juga mengingatkan bahwa air rob memiliki sifat korosif yang dapat mempercepat kerusakan sejumlah benda, termasuk kendaraan. Karena itu, masyarakat di wilayah yang masuk zona potensi terdampak diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama pada jam-jam pasang maksimum.

Peringatan ini sekaligus menjadi pengingat bagi pemerintah daerah untuk memastikan kesiapan mitigasi di kawasan pesisir. Informasi mengenai waktu pasang perlu diterjemahkan menjadi langkah antisipasi di lapangan, terutama pada jalur transportasi, kawasan pelabuhan, dan permukiman yang memiliki riwayat terdampak rob.

Masyarakat diminta terus memperbarui informasi resmi BMKG dan menyesuaikan aktivitas dengan kondisi pasang air laut. Potensi rob tersebut merupakan fenomena yang perlu diantisipasi sejak dini agar gangguan terhadap aktivitas warga dan perekonomian pesisir dapat ditekan.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.