Gudang Ampas Tebu PG Gempolkrep Mojokerto Terbakar

oleh -16 Dilihat
oleh
Gudang Ampas Tebu PG Gempolkrep Mojokerto Terbakar
Petugas damkar melakukan proses pemadaman. [Foto : ist]
banner 468x60

MOJOKERTO, Garudasatunews.id – Gudang penyimpanan ampas tebu di Pabrik Gula (PG) Gempolkrep, Desa Gempolkerep, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, terbakar. Kebakaran terjadi di area penyimpanan ampas tebu yang digunakan sebagai bahan bakar ketel pabrik.

Peristiwa tersebut membuat petugas pemadam kebakaran harus dikerahkan untuk mencegah api meluas ke bagian lain di lingkungan pabrik. Sedikitnya lima unit mobil pemadam kebakaran dilaporkan diterjunkan untuk melakukan pemadaman, dibantu fasilitas hydrant milik PG Gempolkrep.

Kebakaran diketahui sekitar pukul 11.00 WIB. Api muncul dari tumpukan ampas tebu yang tersimpan di gudang. Asap tebal sempat mengganggu aktivitas pekerja sehingga proses penggilingan tebu dihentikan sementara.

Petugas kemudian melakukan pemadaman sekaligus pembasahan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali menyala. Sekitar dua jam setelah api diketahui, kondisi kebakaran berhasil dikendalikan dan aktivitas penggilingan dapat kembali berjalan.

Dari informasi yang dihimpun, ampas tebu yang terbakar merupakan sisa hasil penggilingan yang disiapkan sebagai bahan bakar ketel atau mesin penghasil uap. Area penyimpanannya berada di lingkungan pabrik, tetapi terpisah dari lokasi utama proses produksi.

Persoalan penyebab kebakaran menjadi bagian penting yang perlu dipastikan melalui pemeriksaan di lapangan. Sejumlah keterangan pada peristiwa tersebut menyebut adanya kemungkinan panas dari dalam tumpukan ampas tebu akibat proses fermentasi maupun gesekan pada material. Namun, keterangan mengenai penyebab tersebut tidak dapat serta-merta dipastikan sebagai penyebab tunggal tanpa hasil pemeriksaan resmi.

Catatan tersebut penting karena karakteristik ampas tebu yang ditumpuk dalam jumlah besar dapat menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam pengamanan gudang bahan bakar. Sumber pemberitaan lain juga mencatat bahwa kebakaran di area penyimpanan ampas tebu PG Gempolkrep pernah terjadi dan proses penanganannya membutuhkan pembongkaran serta pembasahan tumpukan untuk menemukan titik panas.

Dalam peristiwa kebakaran yang diberitakan tersebut, tidak dilaporkan adanya korban jiwa. Sementara itu, besaran kerugian material belum dapat dipastikan karena material yang terbakar merupakan ampas hasil produksi yang akan digunakan kembali sebagai bahan bakar.

Dengan kondisi tersebut, pemeriksaan terhadap sumber api, kondisi tumpukan, sistem penyimpanan, serta prosedur keselamatan di area gudang menjadi penting untuk memastikan penyebab sebenarnya dan mencegah kejadian serupa terulang.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.