Trash Boom Dipasang, Sampah Sungai Surabaya Utara Dibendung

oleh -24 Dilihat
oleh
Trash Boom Dipasang, Sampah Sungai Surabaya Utara Dibendung
Pemasangan trash boom sebagai pengendali sampah di kawasan Wonosari, Surabaya Utara.
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Upaya menekan pencemaran sungai di kawasan Surabaya Utara terus dilakukan dengan memasang trash boom atau perangkap sampah pada aliran sungai. Perangkat tersebut berfungsi menahan sampah yang terbawa arus agar tidak terus bergerak menuju bagian hilir hingga berpotensi mencemari kawasan pesisir dan laut.

Pemasangan trash boom menjadi salah satu langkah teknis dalam menghadapi persoalan sampah sungai yang selama ini masih menjadi perhatian di Surabaya Utara. Sampah plastik dan limbah rumah tangga yang terbawa aliran air dapat menumpuk pada titik tertentu sehingga mengganggu fungsi saluran sekaligus meningkatkan beban pembersihan.

Data yang pernah disampaikan Dinas Lingkungan Hidup menunjukkan persoalan tersebut bukan berskala kecil. Pada 2022, sampah yang dikumpulkan dari sungai di wilayah Surabaya Utara disebut mencapai sekitar 11 ton per hari, dengan dominasi sampah plastik.

Kondisi itu memperlihatkan bahwa pemasangan perangkap sampah bukan sekadar persoalan menyediakan fasilitas di badan sungai. Efektivitasnya sangat bergantung pada pengangkutan sampah yang tertahan, pemilahan, pengolahan, serta pengendalian sampah sejak dari sumbernya.

Di sejumlah sungai Surabaya, pola serupa telah diterapkan. Program pengendalian sampah plastik juga berjalan di Kali Tebu dan Kali Mrutu dengan pemasangan trash boom untuk menghambat sampah sebelum mencapai laut. Dalam pelaksanaannya, sampah yang tertahan kemudian diangkat dan dipilah.

Persoalan di hulu menjadi bagian penting yang tidak bisa diabaikan. Pemerintah Kota Surabaya sebelumnya menyebut produksi sampah kota berada di kisaran 1.800 ton per hari, sementara target pengurangan timbulan sampah diarahkan hingga 40 persen. Di Kali Tebu, sampah plastik yang berhasil ditangkap bahkan dilaporkan masih berada di kisaran satu ton per hari.

Karena itu, trash boom pada dasarnya merupakan instrumen pengendalian di hilir, bukan penyelesaian tunggal terhadap persoalan sampah. Jika kebiasaan membuang sampah ke sungai tidak ditekan dari sumbernya, perangkap tersebut berpotensi hanya memindahkan titik penumpukan sampah dari satu lokasi ke lokasi lain.

Langkah pembersihan sungai juga perlu berjalan beriringan dengan edukasi masyarakat, pengawasan lingkungan dan sistem pengelolaan sampah rumah tangga. Pemerintah sebelumnya telah menjalankan pendekatan berbasis masyarakat melalui program Kampung Zero Waste dan Program Kampung Iklim sebagai bagian dari upaya mengurangi sampah dari sumbernya.

Dengan demikian, pemasangan trash boom di kawasan Surabaya Utara menjadi bagian dari upaya yang lebih luas untuk menjaga fungsi sungai sekaligus mencegah kebocoran sampah plastik menuju laut. Tantangan berikutnya adalah memastikan perangkat tersebut dirawat, sampah yang tertahan segera ditangani, dan sumber sampah di kawasan hulu benar-benar dikendalikan.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.