ASDP Percepat Upgrade Dermaga Ketapang Jelang Nataru

oleh -33 Dilihat
oleh
ASDP Percepat Upgrade Dermaga Ketapang Jelang Nataru
Peningkatan kapasitas infrastruktur dermaga di lintasan Ketapang–Gilimanuk.
banner 468x60

BANYUWANGI, Garudasatunews.id – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mempercepat peningkatan kapasitas infrastruktur dermaga di lintasan Ketapang-Gilimanuk. Langkah ini menjadi bagian dari penguatan layanan penyeberangan Jawa-Bali sekaligus mengantisipasi lonjakan mobilitas penumpang dan kendaraan menjelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).

Peningkatan kapasitas tersebut tidak sekadar menyasar kemampuan teknis dermaga, tetapi juga diarahkan untuk memperbesar fleksibilitas pelayanan kapal dan menjaga kelancaran distribusi logistik pada salah satu jalur penyeberangan strategis nasional.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, mengatakan percepatan pekerjaan dilakukan dengan tetap memperhatikan keselamatan, kualitas konstruksi, dan kesiapan operasional.

Menurut Heru, ASDP mendorong agar dermaga yang sedang ditingkatkan dapat beroperasi secara fungsional pada periode Nataru 2026/2027. Dengan demikian, kapasitas dan fleksibilitas pelayanan diharapkan meningkat saat arus perjalanan masyarakat memasuki periode padat.

Program peningkatan kapasitas dermaga direncanakan berlangsung secara bertahap pada 2026 hingga 2029. Pada tahap pertama tahun ini, pekerjaan difokuskan pada Dermaga Ponton Ketapang di Banyuwangi, Jawa Timur, serta Dermaga II Gilimanuk di Jembrana, Bali.

Di Pelabuhan Ketapang, Dermaga Ponton yang sebelumnya difungsikan sebagai daerah labuh jangkar memiliki kapasitas beban 10 ton dan melayani kapal hingga 500 GRT. Setelah ditingkatkan, fasilitas tersebut akan dikembangkan menjadi dermaga movable bridge (MB) dengan kapasitas beban 60 ton serta kemampuan melayani kapal hingga 5.000 GRT.

Sementara Dermaga II Gilimanuk yang sebelumnya memiliki kapasitas beban 30 ton dan melayani kapal hingga 2.000 GRT juga ditingkatkan menjadi berkapasitas 60 ton dan mampu melayani kapal hingga 5.000 GRT.

Peningkatan signifikan kapasitas tersebut menjadi krusial mengingat lintasan Ketapang-Gilimanuk merupakan pintu utama mobilitas darat antara Jawa dan Bali. Kapasitas dermaga yang lebih besar diharapkan memberi ruang lebih luas dalam pengaturan sandar dan pemuatan kapal, terutama untuk kendaraan dan angkutan logistik berkapasitas besar.

General Manager ASDP Cabang Ketapang, Media Syahrianto, menjelaskan pekerjaan peningkatan kapasitas kedua dermaga telah dimulai sejak Agustus 2026. Sejumlah strategi percepatan diterapkan untuk mengejar kesiapan fasilitas menjelang puncak perjalanan akhir tahun.

Strategi tersebut mencakup optimalisasi tahapan pekerjaan, penggunaan sumber daya secara efektif, serta penerapan metode pelaksanaan yang adaptif dan efisien.

Di tengah berlangsungnya pembangunan, ASDP memastikan operasional penyeberangan Ketapang-Gilimanuk tetap berjalan dengan memperhatikan kebutuhan pelayanan dan keselamatan pelayaran.

Berdasarkan data operasional Selasa, 13 Oktober 2026, sebanyak 26 kapal tercatat dalam pengaturan operasional lintasan Ketapang-Gilimanuk. Koordinasi lapangan, kesiapan armada, dan kedisiplinan pengguna jasa menjadi bagian penting untuk menjaga pelayanan selama pekerjaan infrastruktur berlangsung.

Percepatan proyek kini menjadi perhatian penting karena keberhasilannya bukan hanya menyangkut kesiapan menghadapi Nataru. Dalam jangka panjang, peningkatan kapasitas dermaga juga berkaitan langsung dengan kelancaran konektivitas Jawa-Bali, mobilitas masyarakat, serta distribusi logistik antarpulau.

ASDP juga mengimbau pengguna jasa merencanakan perjalanan lebih awal, membeli tiket sebelum tiba di pelabuhan, menyesuaikan jadwal keberangkatan, serta memastikan data penumpang dan kendaraan telah diisi secara benar untuk mendukung ketertiban pelayanan penyeberangan.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.